Breaking News:

Update Sidang MK Terbaru

Namanya Sempat Dipanggil Hakim MK, Kini Haris Azhar Menolak Jadi Saksi Prabowo-Sandi, Apa Alasannya?

Terjadi perubahan jumlah saksi Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi dalam sidang lanjutan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Kuasa hukum penyidik KPK Novel Baswedan, Haris Azhar, dalam sebuah diskusi di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018). Dia juga dikenal sebagai pegiat isu Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Terjadi perubahan jumlah saksi Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi dalam  sidang lanjutan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar menolak untuk menjadi salah satu saksi yang diajukan oleh Tim Hukum Prabowo-Sandi.

Hal tersebut membuat jumlah Tim Hukum Prabowo-Sandi berkurang.

Penolakan Haris Azhar disampaikan dalam sebuah surat yang ditujukan ke Majelis Hakim MK tertanggal 19 Juni 2019.

Kacamata Hitam Sempat Jadi Pemecah Keseriusan Sidang Sengketa Pilpres 2019 di MK

Haris mengakui bahwa dirinya memang sempat memberikan bantukan hukum terhadap AKP Sulman Aziz terkait adanya dugaan perintah dari Kapolres Garut untuk melakukan penggalangan dukungan bagi pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Dalam keterangannya kepada Haris, AKP Sulman Aziz menyampaikan data-data pemetaan wilayah dan nama-nama anggota polisi yang diarahkan untuk menggalang dukungan.

Namun hal itu dilakukan berdasarkan profesi Haris sebagai advokat.

"Berkaitan dengan adanya bantuan hukum saya kepada Bapak AKP Sulman Aziz, semata-mata berbasis pada profesi advokat yang selama ini saya jalani," ujar Haris dalam suratnya itu.

Haris juga menekankan pekerjaannya itu dilakukan berdasarkan pada hasil kerja advokasi, kecocokan fakta atas dugaan yang terjadi dan nilai-nilai profesionalitas dan netralitas Polri.

Ia pun menegaskan bahwa dirinya masih menjadi bagian dari masyarakat sipil yang menuntut akuntabilitas pemerintah dalam penyelesaian kasus pelanggaran berat HAM masa lalu.

Hakim MK Ancam Bambang Widjojanto Keluar dari Ruang Sidang Sengketa Pilpres 2019

Halaman
1234
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved