Rencana Penurunan Harga Tiket Pesawat, Akan Ada Insentif Dari Pemerintah dan Pihak Angkasa Pura

Pemerintah memutuskan akan menurunkan harga tiket pesawat maskapai penerbangan murah atau low cost carrier (LCC) dengan jadwal tertentu.

Rencana Penurunan Harga Tiket Pesawat, Akan Ada Insentif Dari Pemerintah dan Pihak Angkasa Pura
LION AIR/DANIEL ANDIKA
Lion Air tipe pesawat Boeing 737-900ER 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus berfokus untuk upaya penurunan tarif tiket pesawat domestik yang terus tinggi dan dinilai memberatkan masyarakat, bahkan berpengauh terhadap perekonomian nasional.

Setelah upaya pemerintah dalam menurunkan tarif tersbut, yakni memutuskan untuk menurunkan tarif batas atas tiket pesawat sebesar 12 hingga 16 persen.

Penurunan 12 persen ini akan dilakukan pada rute-rute gemuk seperti rute-rute di Jawa, sedangkan penurunan lainnya dilakukan pada rute-rute seperti rute penerbangan ke Jayapura.

“Hal ini dilakukan pemerintah, bukan hanya memerhatikan pihak maskapai, tetapi juga konsumen sebagai masyarakat,” ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Senin (13/5/2019), dilansir Tribunsolo.com dari Kompas.com, Jumat (21/6/2019).

Setelah keputusan itu diterbitkan, maskapai nasional pun menurunkan harga tiketnya, namun, rata-rata maskapai tetap membandrol harga tiketnya di ambang tarif batas atas yang telah ditentukan.

Lagi-lagi, masyarakat masih merasa harga tiket pesawat terlampau mahal meski tarif batas atasnya telah diturunkan sebesar 12 hingga 16 persen.

Adapula upaya dari PT Pertamina (Persero) dalam menurunkan harga avtur atau bahan bakar pesawat, di mana diketahui avtur memiliki porsi terbesar dalam biaya operasional maskapai.

Namun upaya tersebut juga sama, belum bisa efektif menurunkan harga tiket pesawat terbang, masyarakat masih terus memprotes masih mahalnya harga tiket.

Akhirnya, Pemerintah pun mengeluarkan upaya ketiga dengan mencuatkan wacana mengundang operator maskapai asing dalam pasar maskapai dalam negeri.

Menurutnya, keberadaan maskapai luar negeri bisa memperkaya kompetisi pemain maskapai yang selama ini didominasi oleh dua grup maskapai domestik, yaitu Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group.

Halaman
123
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved