Update Sidang MK

Yusril Bakal Pidanakan Beti Kristiana, Begini Respons Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi

Yusril Ihza Mahendra hendak mempidanakan saksi pihak Prabowo-Sandi bernama Beti Kristiana atas kesaksiannya. Apa kata BPN Prabowo-Sandi?

Yusril Bakal Pidanakan Beti Kristiana, Begini Respons Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Empat saksi langsung dihadirkan kubu pasangan calon presiden (capres) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam lanjutan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019). Keempat saksi tersebut diantaranya adalah Listiani, Nur Latifah, Beti Kristiana, dan Tri Hartanto. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Ketua Tim Hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra hendak mempidanakan saksi pihak Prabowo-Sandi bernama Beti Kristiana atas kesaksiannya yang diduga tidak jujur terkait penemuan amplop yang dibuang di depan Kecamatan Juwangi, Boyolali, Jawa Tengah.

Menanggapi hal tersebut, anggota tim hukum Prabowo-Sandi, Lutfi Yazid mengatakan yang seharusnya dikejar soal penemuan amplop itu adalah si pembuang amplop tersebut.

“Amplopnya kan sudah diserahkan sebagai bukti, silakan Mahkamah Konstitusi (MK) mengelaborasi, harusnya yang dikejar adalah si pembuang."

"Awalnya saksi menemukan amplop berlogo negara dan bertuliskan TPS (tempat pemungutan suara) yang dibuang, lalu saksi bertanya kenapa dibuang, lalu dijawab pegawai kecamatan bahwa itu merupakan sampah."

"Harusnya yang dikejar si pembuang atau pegawai kecamatan itu, kalau TKN bisa lakukan itu keren,” ungkap Yazid.

Ini 15 Laporan Dugaan Penyelewengan Kades Ponggok Senilai Rp 21.6 Milyar Menurut LSM Jaguar

Hal itu disampaikannya di jeda istirahat sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2019).

Yazid menyatakan ancaman-ancaman seperti itu lah yang dikhawatirkan oleh saksi-saksinya.

“Oleh karena itu kami minta perlindungan MK,” imbuhnya.

Yazid mengingatkan bahwa saksi baru bisa dipidanakan atas kesaksiannya jika ada penetapan dari majelis hakim bahwa yang disampaikannya adalah keterangan palsu.

“Kalau belum ada penetapan dari hakim maka tak bisa dilakukan penyidikan,” pungkasnya. (Rizal Bomantama)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Yusril Akan Pidanakan Beti Kristiana, Tim Hukum BPN: Harusnya Kejar Pembuang Amplop

Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved