Update Sidang MK Terbaru

BPN Prabowo-Sandi Tak Puas dengan Jumlah Saksi yang Dihadirkan di Sidang Sengketa Pilpres

BPN Prabowo-Sandi mengaku kurang puas dengan jumlah saksi yang dihadirkan dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2019.

BPN Prabowo-Sandi Tak Puas dengan Jumlah Saksi yang Dihadirkan di Sidang Sengketa Pilpres
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Empat saksi langsung dihadirkan kubu pasangan calon presiden (capres) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam lanjutan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019). Keempat saksi tersebut diantaranya adalah Listiani, Nur Latifah, Beti Kristiana, dan Tri Hartanto. 

TRIBUNSOLO.COM - Juru Bicara BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo-Sandi, Hendarsam Marantuko mengatakan, pihaknya sebenarnya kurang puas dengan jumlah saksi yang dihadirkan dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2019.

Sebelumnya pihak BPN ingin menghadirkan 30 saksi, namun Peraturan Mahkamah Konstitusi (MK) hanya memperbolehkan satu pihak membawa paling banyak 15 saksi fakta dan 2 saksi ahli.

“Sejak awal kami ingin hadirkan 30 saksi, kalau dibilang tidak puas kami memang mengakui tidak puas, karena ini persidangan cepat maka kami ikut aturan yang ada,” ungkap Hendarsam dalam diskusi ‘Sidang MK dan Kita’ di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/6/2019).

Hasil Putusan Sengketa Pilpres 2019 Paling Lambat pada 28 Juni 2019

Dikutip TribunSolo.com dari Tribunnews.com, Hendarsam juga bersikukuh bahwa bukti tautan berita yang disampaikan kubunya kepada MK adalah sah dan mampu menunjukkan adanya pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif dalam Pemilu 2019.

Ia pun menyinggung kubu 01 yang menyebut bukti berupa tautan berita tidak cukup kuat sehingga harus disertai dengan bukti lain.

“Misal dalam kasus pemerkosaan kita tidak bisa harus lihat kejadiannya, kalau dengan cara konvensional tak akan bisa terbukti,” pungkasnya.  (Tribunnews.com/Rizal Bomantama)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "BPN Tidak Puas dengan Jumlah Saksi yang Dihadirkan di Sidang MK"

Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved