Breaking News

Cerita di Balik Lagu 'Satu Jiwa' yang Jadi Anthem Persis Solo

Lagu 'Satu Jiwa' yang merupakan Anthem Persis Solo memiliki lirik yang dalam tentang arti persahabatan.

Tayang:
Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO
Band The Working Class Symphony (TWCS) dalam gelaran All (in)die Muziek.  

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Lagu 'Satu Jiwa' yang merupakan Anthem Persis Solo memiliki lirik yang dalam tentang arti persahabatan.

Vokalis The Working Class Symphony (TWCS), Ihsan MS alias Ican mengatakan, lirik lagu 'Satu Jiwa' dibuat oleh Zoel.

Ide awal lagu ini bercerita tentang persahabatan di mana dulu banyak perkumpulan anak punk di Sriwedari yang terpisah.

"Teman-teman satu perkumpulan mereka pada merantau akhirnya terbentang jarak," papar Ican pada TribunSolo.com, Sabtu (22/6/2019).

Cerita itu akhirnya melahirkan sebuah lagu berjudul 'Satu Jiwa'.

Bukan hanya lagu, TWCS juga membuat album dengan judul 'Satu Jiwa' yang mereka rilis pada 2013.

Profil Ferry Anto Eks Striker Persis Solo yang Hilang Tersapu Ombak di Pantai Baru Bantul

Setelah rilis, saat ada pertandingan di Stadion Sriwedari Solo, tiba-tiba suporter, Pasoepati, spontan menyanyikan lagu 'Satu Jiwa'.

"Itu spontan pada nyanyi lagu 'Satu Jiwa', kita juga tidak menyangka kenapa mereka memilih lagu itu," kata Ican.

"Sampai akhirnya lagu itu jadi anthem di setiap laga persis sebelum bermain," tambah Ican.

Lagu 'Satu Jiwa' ini juga semakin banyak dicover dengan berbagai genre sesuai kreativitas masing-masing.

Ican berharap lagu ini bisa menyatukan semua suporter di Indonesia.

Band ini sendiri digawangi oleh Vocal, Ihsan MS alias Ican; Gitaris, Oskar Gimbal; Basis, Ferdian Uyo; Accordeon, Peter; Drumer, Ralan Kuncung; Mandolin, Ucup Djumirin. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved