Breaking News:

Bocah Viral dari Lereng Merbabu Boyolali

Kumpulan Potret Rumah Juwadi Bocah Lereng Merbabu Boyolali yang Jadi Tulang Punggung Keluarga

Juwadi (15) warga Dukuh Malibari, Desa Ngargoloko, Kecamatan Ampel terpaksa menjadi tulang punggung keluarga setelah ayahnya meninggal dunia.

Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO
Rumah Juwadi (15) di Dukuh Malibari, Desa Ngargoloko, Kecamatan Ampel, Boyolali. Juwadi terpaksa menjadi tulang punggung keluarga setelah ayahnya meninggal dunia. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Juwadi (15) warga Dukuh Malibari, Desa Ngargoloko, Kecamatan Ampel terpaksa menjadi tulang punggung keluarga setelah ayahnya, Mitro Slamet meninggal.

Diberitakan sebelumnya, Juwadi harus banting tulang untuk menghidupi empat adiknya dan ibunya yang tidak bisa bekerja.

Dia tinggal di sebuah rumah yang masih beralaskan tanah dan berdinding gedek (anyaman bambu) tepatnya di lereng Gunung Merbabu, Dukuh Malibari, Desa Ngargoloko, Kecamatan Ampel, Boyolali.

Kondisi rumah peninggalan almarhum ayahnya Mitro Slamet (63) dan ibunya Sutinem (45) itu sangat sederhana, sehingga tidak banyak perabotan serta sarana prasarana seperti ruang tamu dan kamar mandi.

Bahkan, kamar tidur untuk satu keluarga, menjadi satu dengan dapur untuk memasak sehari-hari.

Juwadi Tidak Sekolah, Pengelolaan Uang Hasil Buruh Mengaspal Jalan Dibantu Kerabat

Selama ini Juwadi bekerja sebagai buruh aspal serabutan untuk menghidupi keluarganya dibantu adik almarhum ayahnya, Sendet (56) dan warga sekitar.

Sendet menceritakan, kondisi keluarga Mitro Slamet memang sangat kekurangan.

"Juwadi yang masih bocah bantu jadi buruh aspal dan dari kecil tidak sekolah," kata Sendet ditemui TribunSolo.com, Sabtu (22/6/2019).

"Dia buta huruf dan hitung tidak bisa baca tulis," tambah Sendet.

Di rumah itu, Juwadi harus menghidupi ibunya Sutinem yang tidak bekerja karena mengalami keterbelakangan mental dan jaga harus memenuhi kebutuhan empat adiknya yang masih kecil.

Kisah Juwadi, Bocah dari Lereng Merbabu Boyolali Hidupi Empat Adik yang Masih Kecil dan Ibunya

Juwadi memiliki empat orang adik yakni Rosidi (14) yang masih SMP, Suwarno (10) duduk di bangku SD, Ajeng (6) akan masuk TK, dan yang paling bontot ada Siti Utari yang baru berusia 2,5 tahun.

"Adik - adik Juwadi semua bersekolah, cuma Juwadi yang memang memilih bekerja jadi buruh aspal untuk keluarganya," kata Sendet.

TribunSolo.com mengambil beberapa potret rumah dari Juwadi berikut foto-fotonya:

Bagian dalam rumah Juwadi (15) di Dukuh Malibari, Desa Ngargoloko, Kecamatan Ampel, Boyolali. Juwadi terpaksa menjadi tulang punggung keluarga setelah ayahnya meninggal dunia.
Bagian dalam rumah Juwadi (15) di Dukuh Malibari, Desa Ngargoloko, Kecamatan Ampel, Boyolali. Juwadi terpaksa menjadi tulang punggung keluarga setelah ayahnya meninggal dunia. (TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO)
Bagian kamar rumah Juwadi (15) di Dukuh Malibari, Desa Ngargoloko, Kecamatan Ampel, Boyolali. Juwadi terpaksa menjadi tulang punggung keluarga setelah ayahnya meninggal dunia.
Bagian kamar rumah Juwadi (15) di Dukuh Malibari, Desa Ngargoloko, Kecamatan Ampel, Boyolali. Juwadi terpaksa menjadi tulang punggung keluarga setelah ayahnya meninggal dunia. (TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO)
Juwadi (15) dan keluarganya yang tinggal di Dukuh Malibari, Desa Ngargoloko, Kecamatan Ampel, Boyolali. Juwadi terpaksa menjadi tulang punggung keluarga setelah ayahnya meninggal dunia.
Juwadi (15) dan keluarganya yang tinggal di Dukuh Malibari, Desa Ngargoloko, Kecamatan Ampel, Boyolali. Juwadi terpaksa menjadi tulang punggung keluarga setelah ayahnya meninggal dunia. (TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO)

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved