Pasoepati Merasa Tak Dianggap, Manajeman Ungkit saat Persis Solo Gagal Bermarkas di Maguwoharjo

Manajemen Persis Solo memilih tidak banyak berkomentar terkait kekecewaan Pasoepati terhadap kinerja mereka selama ini.

Pasoepati Merasa Tak Dianggap, Manajeman Ungkit saat Persis Solo Gagal Bermarkas di Maguwoharjo
TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO
Presiden DPP Pasoepati Aulia Haryo Suryo (kanan) saat melakukan pertemuan dengan suporter menyatakan sikap memboikot laga Persis Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Manajemen Persis Solo menanggapi kekecewaan Pasoepati terkait kejadian beberapa waktu terakhir ini.

Manajemen Persis Solo memilih tidak banyak berkomentar terkait kekecewaan Pasoepati terhadap kinerja mereka selama ini.

Sekretaris Jendral (Sekjen) Persis Solo, Dedi M Lawe mengatakan, manajemen sudah melaksanakan pertemuan dengan suporter.

"Sebelum ke Maguwoharjo kan manajemen mengundang suporter ke mess, kan terbuka," paparnya saat dihubungi TribunSolo.com belum lama ini.

Pasoepati Boikot Laga Persis Solo Pada Kompetisi Musim 2019, Berikut Poin-poinnya 

Sementara itu, soal kekecewaan, ia balik bertanya kepada DPP Pasoepati yang tidak datang saat pertemuan di Polda DIY sampai akhirnya Persis Solo gagal bermain di Maguwoharjo.

"Bagaimana kekecewaan manajemen kepada DPP karena tidak mendukung Persis main di Sriwedari tahun lalu?," tambah Lawe.

Sebelumnya, Pasoepati Solo merasa tidak dianggap oleh manajemen Persis Solo khususnya di Jakarta.

Sebab, sampai saat ini komunikasi antara manajemen dan suporter seperti terputus.

UPDATE Pencarian Mantan Pemain Persis Solo Ferry Anto dan Putrinya yang Hilang di Pantai Baru Bantul

Hal itu sudah dirasakan beberapa waktu terakhir ini.

"Seperti yang terjadi beberapa waktu terakhir ini, kami minta untuk bertemu dengan suporter saja manajemen tidak mau," kata Presiden DPP Pasoepati Aulia Haryo Suryo, kepada Tribunsolo.com.

"Banyak yang harusnya dibicarakan dengan suporter. Selama Persis dipegang pak Sigit sama sekali belum ada pertemuan dengan sistem terbuka," kata Aulia.

Beberapa hal yang membuat Pasoepati merasa tidak dianggap adalah surat audiensi yang mereka kirim sama sekali tidak digubris.

Padahal mereka mengklaim pernah mengirim surat tiga kali. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved