Tingkatkan Risiko Stroke, Lembur 2 Jam Seminggu Sebaiknya Ditinggalkan

Ada baiknya untuk mengurangi kebiasaan lembur karena dapat meningkatkan risiko stroke hingga hampir sepertiganya.

Tingkatkan Risiko Stroke, Lembur 2 Jam Seminggu Sebaiknya Ditinggalkan
sheknows.com/ gettyimages
Ilustrasi 

TRIBUNSOLO.COM - Di Indonesia, lembur dua jam seminggu sekali adalah hal yang sudah biasa.

Lembur bisa dikarenakan deadline, meeting yang berlarut-larut atau sekadar menunggu jalanan menjadi lebih sepi.

Namun, ada baiknya untuk mengurangi kebiasaan ini karena dapat meningkatkan risiko stroke hingga hampir sepertiganya.

Sebuah studi yang dipublikasikan oleh para peneliti Prancis di jurnal Stroke, menemukan bahwa orang-orang yang bekerja 10 jam atau lebih selama 50 hari dalam setahun atau sekitar seminggu sekali memiliki risiko terkena stroke 29 persen lebih tinggi dari orang-orang yang tidak lembur.

Dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com, risiko ini meningkat bila dilaksanakan secara kronis.

Mereka yang lembur dua jam seminggu sekali selama 10 tahun atau lebih ditemukan 45 persen lebih berisiko terserang stroke.

Penyakit yang Diderita Agung Hercules Ternyata Termasuk Penyakit Langka

Para peneliti yang berasal dari Angers University dan French National Institute of Health and Medical Research mendapatkan hasil ini setelah melaksanakan survei gaya hidup dan wawancara dengan 143.592 partisipan yang berusia 18-69 tahun.

Survei yang dilakukan berulang-ulang dengan interval reguler sejak 2012 ini secara khusus menyoroti usia, kebiasaan merokok dan jam kerja partisipan.

Dari 143.592 partisipan, hanya sepertiga yang terbiasa lembur atau bekerja setidaknya 10 jam sekali dalam seminggu.

Lalu hanya 10 persen partisipan yang telah lembur selama satu dekade atau lebih.

Halaman
12
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved