Breaking News:

Facebook Akan Luncurkan Mata Uang Kripto Libra, Ancaman?

Penggunaan mata uang digital diprediksi bisa merusak stabilitas sistem perbankan yang baru saja pulih dari krisis 2008.

(Tech Crunch)
Mata uang kripto Facebook bernama Libra 

TRIBUNSOLO.COM - Perusahaan jejaring media sosial Facebook bakal meluncurkan mata uang kripto mereka di awal 2020 mendatang bernama Libra.

Adanya hal tersebut menbuat para pembuat kebijakan global merespon cepat, hingga adanya pernyataan bahwa Libra bisa mengancam sistem perbankan internasional.

Dilansir Tribunsolo.com dari Kompas.com, Bank for International Settlement (BIS) mengatakan, meski terhadap manfaat, pengadopsian mata uang digital di luar sistem keuangan saat ini bisa mengurangi persaingan sekaligus merusak privasi data.

Penggunaan mata uang digital diprediksi bisa merusak stabilitas sistem perbankan yang baru saja pulih dari krisis 2008. 

Meskipun upaya-upaya yang dilakukan oleh perusahaan teknologi raksasa seperti Facebook, Amazon dan Alibaba dalam melakukan penetrasi di sektor jasa keuangan bisa meningkatkan kecepatan transaksi sekaligus memangkas biaya administrasi terutama di negara-negara berkembang.

"Tujuannya adalah untuk menanggapi masuknya teknologi besar ke dalam jasa keuangan sehingga mendapatkan keuntungan dari keuntungan sambil membatasi risiko," ujar Kepala Peneliti BIS kata Hyun Song Shin seperti dikutip dari The Guardian Senin (24/6/2019).

"Kebijakan publik perlu dibangun secara lebih komprehensif, yang mengacu pada regulasi keuangan, kebijakan persaingan, dan regulasi privasi data." lanjut dia.

Peringatan dari BIS tersebut muncul beberapa hari setelah Facebook mengumumkan bakal meluncurkan mata uang digital pada 2020 mendatang.

Mata uang tersebut bakal memudahkan penguna Facebook dalam melakukan transaksi keuangan antar dunia yang berpotensi bakal mengguncang sistem perbankan.

Shin mengatakan, para pembuat kebijakan perlu mempertimbangkan apakah sistem saat ini, dengan banyaknya biaya administrasi serta kemampuan mereka dalam membangun cadangan untuk melindungi diri mereka sendiri pada saat krisis, lebih disukai daripada sistem yang lebih kompetitif di mana biaya transaksi lebih rendah tetapi ketahanan sistem keuangan kurang mumpuni.

Halaman
12
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved