Minim Sumber Mata Air, Polres Sukoharjo Dropping 16 Ribu Liter Air Bersih di Dua Desa Kecamatan Bulu

"Kita siapkan tiga truk tengki air, dan sebuah mobil water canon untuk mendistribusikan air bersih kepada warga di dua Dusun tersebut," katanya.

Minim Sumber Mata Air, Polres Sukoharjo Dropping 16 Ribu Liter Air Bersih di Dua Desa Kecamatan Bulu
TribunSolo.com/Agil Tri
Sejumlah anggota kepolisian Polres Sukoharjo saat membagikan air bersih di Desa Kamal, Kamis (27/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Memperingati Hut Bhayangkara ke-73, Polres Sukoharjo berikan bantuan air bersih air di dua Dukuh di dua Desa di Kecamatan Bulu, Kamis (27/6/2019).

Dalam kegiatan ini, Polres Sukoharjo bekerjasama dengan bekerjasama dengan Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Perusahaan Daerah Air Mineral (PDAM) Sukoharjo, dan Pemerintah Desa Bulu.

Penyaluran air bersih ini dilakukan di Dusun Ngesong Desa Kunden dan Dusun Tugurejo Desa Kamal, Kecamatan Bulu.

Menurut Kabag Ops Polres Sukoharjo, Kompol Teguh Prasetyo, pihaknya menyiapkan 16 ribu liter air bersih untuk dua Dusun tersebut.

"Kita siapkan tiga truk tengki air, dan sebuah mobil water canon untuk mendistribusikan air bersih kepada warga di dua Dusun tersebut," katanya.

Kegiatan pembagian air bersih ini, menjadi prioritas Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi dalam rakangkaian kegiatan peringantan Hut Bhayangkara ke-73.

Management Persis Solo Menutup Komunikasi, Presiden DPP Pasoepati Tak Berharap Apa-apa

"Dari Pak Kapolres memprioritaskan kegiatan penyaluran air bersih untuk warga yang membutuhkan, terutama untuk wilayah-wilayah yang minim sumber mata air," katanya.

"Untuk wilayah-wilayah yang lain, kita menunggu perintah dari pak Kapolres, tapi sudah diagendakan untuk wilayah-wilayah lain yang membutuhkan," katanya.

Sekertaris Kecamatan Bulu Heri Mulyadi menambahkan, kegiatan ini dapat diselenggarakan berkat kerjasama dengan pihak kepolisian.

"Menurut survey kami, yang kami laporkan kepada pak Kapolsek dua dusun ini yang paling para."

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Gelar Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia di Univet Sukoharjo

"Namun belum sampai kekeringan yang parah, dalam satu Dusun kebutuhan air masih bisa dipenuhi, meskipun debit airnya berkurang," terangnya.

Dia menambahkan, selain Desa Kamal dan Kunden, dua desa lainnya juga menjadi rawan kekeringan, yaitu di Desa Sanggang dan Desa Gentan.

"Kita galakan Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) untuk lokasi rawan kekeringan."

"Saat ini belum semua tempat memiliki Pamsimas, namun kedepannya akan ditambah dengan mengalokasikan dana desa untuk pembuatan sumur dalam," pungkasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved