Pemkot Surakarta Siapkan Lahan Tidur Untuk Lokasi Parkir

Selama ini, Pemkot Surakarta sering kualahan menghadpi parkir kendaraan yang sering kali overkapasitas diberbagai titik vital di Surakarta.

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Garudea Prabawati
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Timbunan tanah yang berada di sisi barat lahan parkir Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari, Solo, Senin (8/10/2018) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SURAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menyiapkan lahan tidur sebagai alternatif untuk menampung parkir kendaraan.

Selama ini, Pemkot Surakarta sering kewalahan menghadapi parkir kendaraan yang sering kali overkapasitas diberbagai titik vital di Surakarta.

Akibatnya, sering terjadi antrian kendaraan karena banyak kendaraan yang parkir sembarangan.

Menurut Walilkota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo, pihaknya mulai mencari lahan baru untuk dijadikan tempat parkir.

Salah satunya dengan memanfaatkan lahan tidur yang tidak digunakan pemiliknya untuk tempat parkir.

"Saya lihat ada sejumlah lahan kosong di Solo tampak mangkrak bisa dimanfaatkan untuk memperluas lahan parkir kendaraan," katanya saat wawancara pada Sabtu (29/6/2019).

Pemkot Solo Rampungkan Proses Administrasi Tanah di Ketandan Untuk Perluasan Parkir di Pasar Gede

Dia mengakatakan, Pemkot akan menginventarisir lahan tidur yang ada di Surakarta, yang kemudian akan dibeli oleh Pemkot.

"Ya kalau pemilik lahan kosong itu membolehkan untuk dibeli Pemkot Solo kita beli dengan harga layak sesuai NJOP (Nilai Jual Objek Pajak)," lanjutnya.

Pembelian tanah lahan tidur ini akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) surakarta.

Dia melihat, beberapa titik vital akan menjadi prioritas Pemkot, seperti pemanfaatan lahan tidur di sepanjang jaan Slamet Riadi.

Pemkot berharap agar tanah itu bisa dijual murah untuk dimanfaatkan sebagai lahan parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Solo.

"Daripada lahan dibiarkan tidur akan kita beli murah, kalau perlu dengan memaksa karena pemilik lahan itu kelihatannya orang kaya," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved