Sriono, Tukang Becak Berusia 67 Tahun di Solo: Sepi Penumpang hingga Meloakkan Koran Bekas

Perkembangan alat transportasi ini sontak membuat keberadaan becak semakin ditinggalkan.

Sriono, Tukang Becak Berusia 67 Tahun di Solo: Sepi Penumpang hingga Meloakkan Koran Bekas
TribunSolo.com/Reza
Sriono (67) saat menunggu penumpang di depan spbu mahanan pada selasa (2/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Reza Dwi Wijayanti

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Becak adalah alat transpotasi umum dengan roda tiga yang ikonik di Indonesia.

Di Solo sendiri becak masih sering dijumpai.

Meski keberadaanya kini mulai jarang ditemukan karena semakin berkembangnya alat transportasi.

Perkembangan alat transportasi ini sontak membuat keberadaan becak semakin ditinggalkan.

Pedagang Es Dawet Pasar Gede Beberkan Kebiasaan Jokowi Bersama Tukang Becak saat Jadi Wali Kota Solo

Hal itu diungkapkan oleh seorang tukang becak, Sriono (67) saat ditemui TribunSolo.com.

Bahkan ia kerap tidak mendapat penumpang meski sudah seharian mangkal.

"Wah kosong, seminggu ngono yo akeh kosonge (hari ini belum ada penumpang, kalau dilihat seminggu ya bakal banyak kosongnya," ucap Sriono pada TribunSolo.com, Selasa (2/7/2019).

Bapak asal kecamatan Grogol Sukoharjo ini biasa mangkal di sekitar bundaran Mahanan, mulai dari depan SPBU Manahan dilanjutkan ke sekolah-sekolah.

Seringnya tidak ada penumpang membuat Sriono menghabiskan hari duduk di becaknya dan berkeliling kota Solo.

"Nunggu masa habis, nak wis mboten kuat ngono yo mundur, iki isih kuat (Menunggu waktunya habis, kalau sudah tidak kuat ya tidak mbecak lagi, ini masih kuat," tutur bapak satu anak ini.

Warga Solo Gelar Aksi Tolak Zonasi PPDB: Semangat PPDB Tidak Seperti Apa yang Digaungkan

Sriono yang sudah menjadi tukang becak selama 40 tahun ini, ingin terus menjadi tukang becak sampai nanti saat ia tidak kuat lagi mengayuh tunggangannya.

"Disyukuri mengkeh nggeh enten dalane, kadang uange malah dari adol koran kilonan di kasih saweran (Disyukuri nanti juga ada jalannya, dapat uang kadang dari jual koran dikasih dari orang yang beli tapi tidak diambil)," imbuh Sriono. (*)

Penulis: Reza Dwi Wijayanti
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved