Penjual Krupuk yang Bisa Tunaikan Haji di Klaten, Ternyata Menabung di Celengan Ayam Tanah Liat

Penjual Krupuk yang Bisa Tunaikan Haji di Klaten, Ternyata Menabung di Celengan Ayam Tanah Liat, Dusun Karang Wetan RT 002 RW 003, Desa Sribit

Penjual Krupuk yang Bisa Tunaikan Haji di Klaten, Ternyata Menabung di Celengan Ayam Tanah Liat
TribunSolo.com/Eka Fitriani
Rumah calon haji Tri Darini (53) di Dusun Karang Wetan RT 002 RW 003, Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Klaten, Kamis (4/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Penjual kerupuk yang beradal Dusun Karang Wetan RT 002 RW 003, Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Klaten, Tri Darini (53) ternyata menabung di celengan tanah liat untuk mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji di tahun ini.

Hal tersebut diungkapkannya calon haji dari kelompok terbang (Kloter) 10 Klaten itu kepada TribunSolo.com.

"Saya selalu nabung sedikit-sedikit hasil dari jual kerupuk," ungkap dia, Kamis (4/7/2019).

"Nabungnya di celengan ayam dari tanah liat itu," aku Bu Tri sapaan akrabnya.

Kisah Penjual Kerupuk Rajin Menabung Uang Rp 5 Ribu di Klaten yang Bisa Wujudkan Impiannya Naik Haji

Dikatakan, jadi jika sudah terisi penuh dengan pundi-pundi yang dikumpulkan setiap harinya itu, dirinya lantas membawa uang tabungan ke bank.

Bu Tri membeberkan, sebelum mendaftar tabungan haji untuk mendapatkan porsi dalam haji pada 2011, dirinya ternyata sudah mulai menabung sejak lama.

"Saya tidak ingat kapan mulai menabung, tapi sejak saya berjualan itu memang saya rajin menabung," terang dia.

Jadi Jamaah Haji Tertua dari Sukoharjo, Mbah Marti Sebelumnya Ingin Naik Haji di Usia 50 Tahun

"Kepengen sekali bisa naik haji, kakak saya sudah naik haji semua saya juga pengen," jelas dia.

Jumlah uang yang ditabungnya tidak tentu, terkadang hanya Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu.

Namun, dirinya tidak patah arah untuk menabung sedikit demi sedikit dari keuntungannya berjualan kerupuk yang dijajakan berkilo-kilo meter dengan melintasi kampung demi kampung.

Karena kegigihannya tersebut, akhirnya berhasil naik rukun Islam kelima itu.

Bu Tri direncanakan berangkat ke Tanah Suci pada 9 Juli 2019 mendatang.

Selama 30 tahun, dirinya menjual kerupuk tidak pernah mengeluh sedikit pun. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved