Dikabarkan Masuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf, Ini Profil Bupati Boyolali Seno Samodro

Dikabarkan Masuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf, Ini Profil Bupati Boyolali Seno Samodro,

Penulis: Asep Abdullah Rowi | Editor: Asep Abdullah Rowi
TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Bupati Seno Samodro (kiri) saat jumpa pers di Kantor Bupati Boyolali, Jumat (11/5/2018) malam. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Nama Bupati Boyolali Seno Samodro masuk dalam daftar calon menteri kabinet Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) seperti yang tersebar dalam broadcast WhatsApp (WA).

Adapun dalam broadcast, pria kelahiran 25 April 1964 itu diplot sebagai calon Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi periode 2019-2024.

Politisi dari PDIP Perjuangan (PDIP) itu, berhasil menjabat sebagai Bupati Boyolali dua periode, yakni periode 2010-2015 dan periode kedua dimulai 2016-2021 yang masih berlangsung hingga kini.

Dari segi pendidikan, sosok Seno selalu menempati sekolah 'unggulan' di Boyolali, yakni di SD Negeri 1 Boyolali tahun 1976, SMP Negeri 1 Boyolali dan SMA Negeri 1 Boyolali.

Viral Broadcast Kabinet Jokowi-Maruf, Bupati Boyolali Seno Samodro Masuk dalam Daftar Calon Menteri

Bahkan saat masuk perguruan tinggi, dia menjadi lulusan sastra Prancis Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1991.

Setahun setelah itu karir Seno mulai bersinar, karena menjadi staf Komjen Indonesia di Kota Marseille, Prancis dan menjadi koresponden beberapa media cetak Indonesia di Prancis.

Namun dia hanya bertahan sekitar 8 tahun di negara yang terkenal dengan Menara Eiffel itu, karena sekitar tahun 2000 dia pulang 'kampung' dan banting stir menjadi pengusaha kontruksi.

Bupati Seno Samodro Tanggapi Polemik Tampang Boyolali, Mendagri: Ia Membela Kehormatan Daerah

Bahkan beberapa tahun setelah itu dia mulai masuk ke politik melalui ajang Pilkada Boyolali pada tahun 2005.

Saat itu Seno mendampingi calon Bupati Boyolali, Sri Moeljanto dan memenangkan konstestasi sehingga menjabat dari tahun 2005 hingga 2010 sebagai Wakil Bupati Boyolali.

Dalam tahun 2010 ini karir politik putra asli kota penghasil susu sapi terbesar di Indonesia itu kian berkibar, sehingga mencalonkan diri menjadi Bupati Boyolali periode 2010-2015.

Setelah usai periode pertama, dia lantas mencalonkan kembali dari partai yang sama untuk periode kedua yakni 2016-2021. 

Selama masa pemerintahan, Seno membuat gebrakan dengan membuat 'Kota Baru' yakni pusat perkantoran terpadu Pemkab Boyolali.

Bahkan gelaran internasional sempat menjadi perbincangan, di antaranya mengundang grup band legendaris asal Swedia, Europe. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved