Perkuat UMKM di Soloraya, Bank Indonesia Solo Gelar Diseminasi Penelitian KPJU Unggulan UMKM

Khusus bagi pemerintah daerah, diharapkan hasil penelitian dapat menjadi referensi dalam mengembangkan sektor prioritas di masing-masing wilayah

Perkuat UMKM di Soloraya, Bank Indonesia Solo Gelar Diseminasi Penelitian KPJU Unggulan UMKM
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Kepala KPw BI Solo saat berikan sambutan, 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Untuk memaksimalkan manfaat dari penelitian Komoditas, Produk, ataupun Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM di Soloraya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo menyelenggarakan Diseminasi Penelitian KPJU Unggulan Usaha, Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) Soloraya, Kamis (4/7/2019).

Kepala KPw BI Solo Bandoe Widiarto mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tujuan mengkomunikasikan hasil penelitian kepada seluruh stakeholders yang berkepentingan dalam upaya pengembangan UMKM.

"Antara lain pemerintah daerah, perbankan, dunia usaha, dan perguruan tinggi,"katanya kepada awak media.

Khusus bagi pemerintah daerah, diharapkan hasil penelitian dapat menjadi referensi dalam mengembangkan sektor prioritas di masing-masing wilayah.

Bagi dunia usaha khususnya perbankan sebagai referensi dalam penyaluran kredit untuk mendukung sektor prioritas, bagi perguruan tinggi untuk menambah khasanah penelitian, dan bagi Bank Indonesia sendiri sebagai dasar pengambilan kebijakan strategis dalam pengembangan UMKM secara nasional.

Bandoe juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh organisasi perangkat daerah dan instansi/lembaga yang terlibat aktif selama proses penelitian, serta mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berperan dalam strategi pengembangan dan pembinaan UMKM yang berkesinambungan dan terintegrasi demi tercapainya pertumbuhan ekonomi lokal yang berkesinambungan.

"Dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Subosukawonosraten," imbuhnya.

Sementara itu, UMKM memiliki peran yang penting dan strategis dalam perekonomian nasional.

Peran penting UMKM dapat dilihat dari kontribusinya dalam pembentukan PDB dalam 5 tahun terakhir (2012-2017) yang meningkat dari 57,84 persen menjadi 60,34 persen, potensi penyerapan tenaga kerja sebesar 97 persen, dan volume ekspor sebesar 14,06 persen dari total ekspor nasional (2016).

Pembangunan Tol Solo-Yogyakarta Dapat Lampu Hijau, Groundbreaking Paling Cepat Maret-April 2020

Selain itu, jumlah UMKM juga tercatat mendominasi jumlah unit usaha yaitu sebanyak 62,9 juta unit usaha atau 99,99 persen dari total unit usaha di Indonesia. Besarnya peran UMKM ini mendorong Bank Indonesia turut mendukung pengembangan UMKM dalam rangka memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia.

Sejalan dengan itu, Bank Indonesia sejak tahun 2006 secara periodik melaksanakan Penelitian Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM.

Peran data dan informasi sangat penting dalam pengambilan kebijakan.

Data mengenai UMKM perlu terus dikembangkan dan dilakukan pengkinian agar pengambilan kebijakan terkait pengembangan UMKM menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

Untuk itu Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo (KPwBI Solo) bekerjasama dengan Tim Peneliti Center for Micro and Small Enterprise Dynamics (CEMSED) FEB UKSW Salatiga melaksanakan penelitian KPJU Unggulan UMKM di wilayah Soloraya.

Penelitian ini menitikberatkan pada identifikasi KPJU unggulan maupun potensial UMKM untuk dikembangkan di masing-masing wilayah, informasi dan permasalahan yang timbul dari masing-masing KPJU unggulan, serta rekomendasi mengenai peranan perbankan serta kebijakan pemerintah daerah dalam rangka pengembangan KPJU Unggulan UMKM. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved