Polemik PPDB Online 2019 di Solo, Orang Tua Siswa Protes Ke DPRD Solo

Pasalnya, anak dari Bambang telah mendaftar ke SMAN 1 Surakarta yang memiliki jarak sekitar 2,5 Kilometer (Km) dari rumahnya.

Polemik PPDB Online 2019 di Solo, Orang Tua Siswa Protes Ke DPRD Solo
TRIBUNSOLO.COM/Reza Dwi Wijayanti
Bambang Pradotonagoro mendatangi kantor DPRD Kota Surakarta, Jumat (4/7/2019) 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Reza Dwi Wijayanti

TRIBUNSOLO.COM, SOLO- Bambang Pradotonagoro orang tua dari siswa yang keluar dari zonasi dalam proses PPDB 2019, lakukan protes ke DPRD Kota Surakarta pada Jumat (5/7/2019).

Pasalnya, anak dari Bambang telah mendaftar ke SMAN 7 Surakarta yang memiliki jarak sekitar 2,5 Kilometer (Km) dari rumahnya.

Namun menurut sistem, anaknya tidak diterima di SMAN 1 Surakarta, anaknya terlempar ke SMAN Mojolaban di wilayah Sukoharjo yang artinya keluar dari zonasi dan lebih jauh dari rumah.

Bambang mempertanyakan apa yang menjadi standarisi jarak dalam sistem ini.

Bambang berujar yang paling tepat diterapkan dalam sistem zonasi saat ini diharmoniskan dengan kondisi pendidikan Indonesia yang belum merata.

Pendaftaran Calon Siswa di SMA Veteran 1 Sukoharjo, Menanti Siswa-siswi yang Tertolak di SMA Negeri

"Seperti di Solo harusnya langsung aja dibuat distrik, misalnya Kelurahan A ke SMAN A, biar tidak ada pilihan," jelasnya.

Jika sistem seperti ini yang diterapkan dalam mencari sekolah apa gunanya nilai bagus, bila sudah tidak menjadi tolak ukur.

"Ini yang dirugikan masyarakat, terutama anak didik. Anakku itu karo konco-koncone deleg-deleg di rumah, wong nilai 35 36  (Anakku bersama teman-temannya termenung di rumah padahal nilai mereka 35 36)," imbuhnya.

Sementara itu Ketua DPRD Komisi IV, Paulus Haryoto akan mendiskusikan lagi persoalan tersebut ke pihak terkait. (*)

Penulis: Reza Dwi Wijayanti
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved