Jago Pemrograman, Hanif Sempat Tak Betah Sekolah saat SMP hingga Juara Olimpiade Nasional

Hanif Arroisi Mukhlis (18), berkeinginan melanjutkan pendidikannya hingga ke bangku kuliah.

(HAMZAH ARFAH)
Hanif Arroisi Mukhlis saat melakukan pemrograman untuk jam digital yang diciptakannya bersama sang ayah. 

TRIBUNSOLO.COM - Hanif Arroisi Mukhlis (18), berkeinginan melanjutkan pendidikannya hingga ke bangku kuliah.

Anak sulung dari pasangan Ahmad Mukhlis (46) dan Anik Lutfiyah (42), warga Jalan Pati, Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur, ingin menekuni pendidikan jurusan Informatika.

Hanif merupakan remaja berbakat yang kini bersama ayahnya mampu menciptakan jam digital dengan omzet jutaan rupiah. 

"Ini masih cari-cari untuk kuliahnya. Kemarin sih sudah sempat ikut SBMPTN dan juga dapat panggilan tes di UGM (Universitas Gajah Mada). Kalau saya pribadi memang ingin melanjutkan kuliah jurusan informatika supaya kemampuan bisa semakin terasah," ujar Hanif kepada Kompas.com, Sabtu (6/7/2019).

Buruh Bangunan Kuliahkan Anak di Teknik Nuklir UGM: Ayah Bergaji Pas-pasan, Anak Prestasi Cemerlang

Hanif berkeinginan dengan diterima di salah satu universitas negeri jurusan informatika, membuat bakat yang dimiliki di bidang pemrograman dapat lebih berkembang. Dia juga berkeinginan agar bisa lebih banyak membuat karya.

Namun, siapa yang menyangka, Hanif sempat menjalani proses pendidikan yang berliku.

Sewaktu duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Hanif terlihat biasa seperti anak pada umumnya.

Sewaktu SMP, Hanif kurang srek saat menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren yang ada di Malang, yang membuat dirinya kemudian menempuh homeschooling.

"Saat itu saya memang homeschooling, usai sempat nggak kerasan di pondok pesantren," kata dia.

Homeschooling yang dilakoni rupanya membawa berkah tersendiri bagi Hanif dan keluarga.

Dengan homeschooling, Hanif lebih dekat dengan komputer, dan seakan menemukan bakat alami yang dimiliki, terutama dalam hal pemrograman.

"Belajar dari internet (cara pemrograman) dan saya coba aplikasikan. Enggak langsung berhasil memang, tapi dengan usaha, lama-lama akhirnya berhasil," ucap dia.

Kisah Lulusan Psikologi UMS Asal Zimbabwe, Delapan Tahun Bekerja Untuk Kuliah S2

Pendidikan

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved