Jelang Tahun Ajaran Baru, Satlantas Polres Klaten Imbau Siswa Baru Tak Bawa Sepeda Motor ke Sekolah

Satlantas Polres Klaten mengimbau masyarakat terutama calon siswa tahun ajaran baru untuk tidak membawa kendaraan ke sekolah.

Jelang Tahun Ajaran Baru, Satlantas Polres Klaten Imbau Siswa Baru Tak Bawa Sepeda Motor ke Sekolah
TribunSolo.com/Ryantono
Para siswa yang mengantre di SMAN 4 Solo, Senin (24/6/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Satlantas Polres Klaten mengimbau masyarakat terutama calon siswa tahun ajaran baru untuk tidak membawa kendaraan ke sekolah.

Hal tersebut diungkapkan Kasatlantas Polres Klaten, AKP Bobby Anugrah Rachman, kepada TribunSolo.com.

"Tolong kepada adik-adik di sekolah yang masih di bawah umur, apalagi yang belum memiliki SIM untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor saat sekolah," katanya Senin (8/7/2019) siang.

Satlantas Klaten sendiri kerap melakukan sosialisasi ke sekolah di kabupaten Klaten.

"Dari tahun ke tahun, dari bulan ke bulan kita selalu menyosialisasikan ke SMA," kata AKP Bobby Anugrah Rachman.

Ia juga meminta kepada para orangtua untuk tidak mengizinkan anak-anaknya untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor.

"Kami juga menyampaikan kepada sekolah untuk mengimbau siswa yang tidak membawa SIM untuk tidak membawa motor," imbaunya.

Sistem Zonasi PPDB Online SMA Dinilai Menghilangkan Kompetensi Siswa, Berikut Alasannya

Ia juga menyebutkan beberapa faktor yang memicu anak-anak di bawah umur untuk berkendara saat sekolah, antara lain orangtua yang sibuk bekerja.

"Jadi mungkin saja daripada mengantar jemput lebih baik dibawakan sepeda motor padahal emosinya masih belum stabil," katanya.

Seperti diketahui, Undang-undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, disebutkan bahwa yang mau mengendarai motor atau mobil harus berusia minimal 17 tahun.

Pasal 281 jug menyebutkan, setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah).

Namun rupanya hal tersebut tidak terlalu membawa efek jera bagi siswa.

"Saya lihat masih banyak siswa atau warga kita yang menggunakan motor namun tidak membawa helm dan mungkin masih di bawah umur," katanya.

"Padahal itu berbahaya sekali," katanya. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved