Anak dari Wonogiri yang Derita Kelumpuhan Saraf Otak Tinggal di Kontrakan Berukuran 3x5 Meter

Anak dari Wonogiri Ini Derita Kelumpuhan Saraf Otak dan Tinggal di Kontrakan Berukuran 3x5 Meter, asal RT 03 RW 01 Desa Bulurejo, Nguntoronadi

Anak dari Wonogiri yang Derita Kelumpuhan Saraf Otak Tinggal di Kontrakan Berukuran 3x5 Meter
TribunSolo.com/Agil Tri
Keluarga Dwi Santoso saat berdiri di depan rumah kontrakannya di RT 03 RW 01 Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Muatul, anak yang masih berusia 4,5 tahun asal RT 03 RW 01 Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri mengalami penyakit komplekasi.

Di antaranya lumpuh saraf otak (cerebal plasy), epilepsi, infeksi paru-paru hingga pembengkakan di syaraf otak belakang.

Hidup di bawah garis kemiskinan, Muatul dan keluarganya terpaksa harus menempati rumah kontrakan berukuran 3X5 meter.

Menurut ayah Muatul, Dwi Santoso, rumah kontrakan itu ia tempati bersama tujuh orang anggota keluarganya.

Balita Asal Wonogiri Derita Kelumpuhan Saraf Otak dan Komplikasi, Keluarga Menanti Bantuan Dermawan

Saat ini, Dwi juga bekerja sebagai buruh tani dan kalau ada waktu luang bekerja sebagai ojek di sekitar Karangturi, Wonogiri dengan pendapatan rata-rata Rp 30 riby per hari.

"Saya diminta meninggalkan sewa gubung karna belum bisa membayar sewanya," tuturnya kepada TribunSolo.com, Selasa (9/7/2019).

Dwi Santoso sudah pernah mengajukan bantuan ke sebuah instansi, namun diminta menunggu.

"Sampai memasuki bulan ke-6 tidak ada kabarnya," paparnya.

Dia juga pernah mengajukan bantuan ke sebuah lembaga terkait, tetapi tidak ada jawaban karena tidak ada program bantuan kesehatan sehingga tidak bisa membantu.

Rumah Warga Miskin di Sukoharjo Tiba-tiba Ambruk, Satu Orang Tertimpa

Halaman
12
Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved