Balita Asal Wonogiri Derita Kelumpuhan Saraf Otak dan Komplikasi, Keluarga Menanti Bantuan Dermawan

Anak berusia 4,5 tahun asal Desa Bulurejo RT: 03 / RW: 01, Nguntoronadi, Wonogiri terpaksa harus berbaring lemah di rumahnya.

Balita Asal Wonogiri Derita Kelumpuhan Saraf Otak dan Komplikasi, Keluarga Menanti Bantuan Dermawan
TribunSolo.com/Agil Tri
Muatul saat berbaring di rumahnya di Desa Bulurejo RT: 03 / RW: 01, Nguntoronadi, Wonogiri 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Anak berusia 4,5 tahun asal Desa Bulurejo RT: 03 / RW: 01, Nguntoronadi, Wonogiri terpaksa harus berbaring lemah di rumahnya.

Disaat anak-anak seusianya menghabiskan waktu untuk bermain dan belajar, Muatul hanya bisa menghabiskan waktu dirumahnya saja.

Hal itu disebabkan, dia mengalami penyakit lumpuh syaraf otak (cerebal plasy), epilepsi, infeksi paru-paru, dan pembengkakan di syaraf otak belakang.

"Kata dokter, anak saya mengalami CP, epilepsi, infeksi paru-paru dan pembengkakan di syaraf otak belakang," kata ayah Muatul, Dwi Santoso.

Orangtua Tawarkan Adopsi Bayi di Facebook, Mengaku Butuh Dana untuk Menebus Biaya Rumah Sakit

Karena penyakitnya itu, membuat Muatul belum bisa berjalan seperti teman-temannya.

Tumbuh kembangnya terhambat, karena komplikasi penyakit yang dideritanya.

Keterbatasan biaya, membuat ayah dan ibu Muatul hanya bisa pasrah terhadap kondisi kesehatan anaknya.

"Saya dan istri sangat sedih dan hanya bisa pasrah, tetapi kami tidak akan berhenti untuk menyembuhkan Muatul," katanya.

Dwi Santoso hanya bekerja sebagai buruh tani, dengan penghasilan rata-rata Rp 30 ribu perhari.

"Kalau ada waktu luang, saya bekerja sebagai tukang ojek di sekitar Karangturi, Wonogiri," lanjutnya.

Tes Kepribadian: Gambar Keluarga Ideal Ini Mencerminkan Komitmen dan Kepribadianmu, Pilihlah!

Direktur Umum Solopeduli, Sidik Anshori menambahkan Muatul sangat membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk pengobatannya.

"Kami mengajak masyarakat untuk membantu keluarga Bapak Dwi, Mari kita ringankan duka Muatul dan keluarga."

"Donasi dari para donatur adalah salah solusi untuk kesehatan Muatul dan kebaikan keluarga Bapak Dwi," pungkasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved