Breaking News:

Mahasiswa di Yogyakarta Dicokok Karena Nyambi Jadi Mucikari

Mahasiswa di Yogyakarta Dicokok Karena Nyambi Jadi Mucikari, Kanit 3 Tipidter Satreskrim Polres Sleman, Ipda Apfryyadi Pratama dalam jumpa pers,

TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
DUGAAN PROSTITUSI - Belasan perempuan berpakaian seksi diduga melakukan praktik prostitusi diamankan Polsek Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (3/5/2016) 

TRIBUNSOLO.COM - Polres Sleman berhasil mengungkap prostitusi online yang melibatkan seorang mahasiswa berinisial AA (22) kerena sebagai mucikari.

"Kami berhasil mengungkap prostitusi online dan mengamankan tersangka AA," ujar Kanit 3 Tipidter Satreskrim Polres Sleman, Ipda Apfryyadi Pratama dalam jumpa pers, Selasa (9/7/2019).

Apfryyadi menyampaikan, pengungkapan ini berawal dari memantau media sosial Twitter.

Selain AA, polisi juga mengamankan seorang mucikari lain.

Didapati, akun Twitter @Mecca951 yang menawarkan jasa prostitusi. Di profil akun Twitter tersebut menampilkan foto seorang perempuan.

Terdapat tulisan "Open Bo Jogja, 1x500 maximal 1 jam, minat? Khusus Jogja, fast respon lewat 0823xxxx" Polisi menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan lebih mendalam.

Hingga pada 24 Juni 2019 malam, polisi bergerak dengan mendatangi salah satu hotel di Depok, Sleman.

Vanessa Angel Jalani Sidang Perdana Kasus Prostitusi Online, Mantan Pacar : Rian Subroto Mana?

Di salah satu kamar, polisi mendapati seorang perempuan yang sedang melayani seorang pria.

Berdasar dari keterangan keduanya, polisi lantas berhasil menangkap pembuat serta pemilik akun Twitter @Mecca951 bernisial AA warga Jambi Timur yang masih bertatus sebagai mahasiswa.

Perempuan berinisial AA ini ditangkap di sebuah kos eksklusif daerah Condongcatur, Depok, Kabupaten Sleman. Selain pemilik akun, AA juga sekaligus sebagai muncikari.

Apfryyadi menuturkan, AA menggunakan media sosial Twitter untuk menawarkan jasa prostitusi.

Calon pelanggan yang berminat lantas menghubungi AA.

Pengungkapan Kasus Prostitusi Online di Bawah Umur di Blitar, Berawal dari Aksi Penyamaran Polisi

Tarif yang dipatok AA sebesar Rp 500 ribu untuk satu jam.

"Uang itu dibagi dua. AA mendapat Rp 100 ribu," tandasnya.

Pengakuan AA, lanjutnya, hanya memiliki satu anak buah (PSK).

Ia juga baru pertama kali ini membuka jasa prostitusi online.

Namun demikian, polisi masih terus melakukan pendalaman terhadap pengakuan tersebut.

Akibat perbuatanya, AA dijerat dengan UU ITE, atau Pasal 296 atau Pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (Kompas.com/Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jadi Muncikari Prostitusi "Online", Mahasiswa di Yogyakarta Ditangkap"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved