Baru Sekali Beraksi, Mahasiswi di Yogyakarta yang Jadi Mucikari Prostitusi Online Ditangkap Polisi

Dari sana ia mendapat informasi ada akun Twitter yang menawarkan jasa prostitusi, beserta mencantumkan foto perempuan dan harga yang ditentukan

Baru Sekali Beraksi, Mahasiswi di Yogyakarta yang Jadi Mucikari Prostitusi Online Ditangkap Polisi
(Tribun Jogja/Santo Ari)
Angel, seorang mahasiswa yang berprofesi sebagai mucikari prostitusi online yang diamankan oleh Satreskrim Polres Sleman dalam Operasi Pekat Progo 2019 

TRIBUNSOLO.COM - Polres Sleman menangkap mucikari prostitusi online yang masih berstatus mahasiswa bernama Angel, berumur 22 tahun, saat operasi pekat progo 2019,

Angel seorang mahasiswi dari Jambi yang selama di Jogja tinggal di kos ekslusif daerah Nologaten, Condongcatur, Depok, Sleman, ini ditangkap karena memasarkan pekerja seks melalui akun Twitter @Mecca951.

Dilansir TribunSolo.com dari TribunJogja.com, Kanit Tipidter Satreskrim Polres Sleman Ipda Apfryyadi Pratama saat jumpa pers Selasa (9/7/2019) memaparkan pihaknya tengah melaksanakan tugas operasi pekat progo 2019 dan melakukan pemantauan di media sosial Twitter.

Dari sana ia mendapat informasi ada akun Twitter yang menawarkan jasa prostitusi, beserta mencantumkan foto perempuan dan harga yang ditentukan.

 "Di sana tertulis informasi, satu kali transaksi dikenakan tarif Rp 500 ribu untuk kencan selama satu jam. Di sana juga dicantumkan nomor si mucikari yang dapat dihubungi jika ada yang berminat," jelasnya.

Pihaknya melakukan penelusuran dan mendapatkan informasi bahwa mucikari tersebut malaksanakan transaksi di sebuah hotel di wilayah Nologaten pada 24 Juni kemarin.

Kepolisian pun langsung melakukan penggerebekan dan bersamaan dengan itu dilakukan penangkapan terhadap mucikari yang juga masih berada di dalam hotel.

Nicki Minaj Batalkan Konsernya di Arab Saudi, Menyusul Adanya Reaksi dari Aktivis HAM

Dari penangkapan itu, kepolisian juga menyita barang bukti HP yang digunakan mucikari untuk janjian dengan pengguna, alat kontrasepsi dan uang sejumlah Rp 600 ribu.

"Dalam transaksi itu pelaku mucikari mendapatkan bagian Rp 100 ribu. Dari keterangan pelaku ia baru pertama kali beraksi. Umur akun Twitter-nya baru dua jam," bebernya.

Ipda Apfryyadi mengatakan mucikari ini hanya mempekerjakan satu orang pekerja seks.

Halaman
123
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved