Gara-gara Antrean Lama, Balita Usia 1 Tahun di Pamekasan Sudah Didaftarkan Haji

Ahmad Muhlis, warga Dusun Sumber, Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, sudah menyetorkan ongkos haji untuk ketiga anaknya.

TribunSolo.com/Ryantono
ILUSTRASI - Kegiatan haji di Asrama Haji Embarkasi Solo di Donohudan, Boyolali.  

TRIBUNSOLO.COM - Antrean haji di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, sudah mencapai 23 tahun.

Lamanya antrean ini membuat sejumlah orang berinisiatif untuk menyetorkan ongkos haji bagi anak-anaknya lebih awal.

Bahkan, bayi berusia setahun sudah disetorkan haji.

Breaking News : Jemaah Haji Embarkasi Solo Kloter 4 Asal Karanganyar Meninggal Dunia di Madinah

Ahmad Muhlis, warga Dusun Sumber, Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, sudah menyetorkan ongkos haji untuk ketiga anaknya.

Anak pertama berusia 9 tahun, anak kedua berusia 3 tahun dan anak ketiga masih berusia satu setengah tahun.

Ketiga anak tersebut diperkirakan akan berangkat haji pada tahun 2035. "Tahun 2014 lalu, ketiga anak saya sudah didaftarkan haji."

"Saya khawatir jika tidak disetorkan haji sejak kecil, akan terlalu lama antreannya," kata Ahmad Muhlis, Selasa (9/7/2019).

Muhlis termasuk orang yang beruntung, karena belum ada larangan batasan usia calon jemaah haji.

Setahun setelah ketiga anaknya disetorkan haji, keluar Undang-Undang no 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Ibu Muda di Tulungagung Bersimbah Darah Dibacok Rampok Sadis, Demi Lindungi Bayinya

Dalam undang-undang ini, batasan usia calon jemaah haji minimal 18 tahun.

Halaman
123
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved