Sempat Depresi, Ayah di Polokarto Yang Aniaya Anaknya Diawasi Ketat di Rutan Polres Sukoharjo

Setelah menganiaya kedua anaknya, TS mencoba melakukan aksi bunuh diri dengan menikam perutnya sendiri dengan menggunakan sebuah pisau.

Sempat Depresi, Ayah di Polokarto Yang Aniaya Anaknya Diawasi Ketat di Rutan Polres Sukoharjo
TribunSolo.com/Agil Tri
Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi saat wawancara di Polsek Tawangsari, Rabu (10/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Polres Sukoharjo melakukan pengawasan ketat terhadap TS (45) seorang ayah dari Dukuh Pandak RT 02 RW 02, Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo tega melakukan penganiayaan terhadap dua anaknya A (19) dan J (12) pada, Selasa (25/6/2019) lalu.

Pengawasan sudah dilakukan saat TS masih dirawat dirumah sakit, hingga ditetapkan jadi tersangka dan masuk sebagai tahanan di Rutan Polres Sukoharjo.

Setelah menganiaya kedua anaknya, TS mencoba melakukan aksi bunuh diri dengan menikam perutnya sendiri dengan menggunakan sebuah pisau.

Namun, nyawa TS berhasil diselamatkan berkat bantuan tetangganya yang langsung melarikannya ke rumah sakit.

TS yang depresi, semapat berteriak ingin bunuh diri saat masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, sejauh ini perkembangan TS layak untuk dilakukan penahanan di Rutan Polres Sukoharjo.

"Sudah cukup unsur, dan pertimbangan penyidik untuk dilakukan penahanan."

"Walaupun sebelumnya TS mencoba untuk bunuh diri, kami mengawasi secara ketat sesuai dengan prosedur selama dia ditahan di Rutan Polres," katanya, Rabu (10/7/2019).

Ayah Di Polokarto Yang Aniaya Kedua Anaknya Ditahan Di Rutan Polres Sukoharjo

Gagal Melakukan Aksi Bunuh Diri, Ayah di Polokarto Coba Bunuh Kedua Anaknya

Ayah di Polokarto Aniaya 2 Anaknya, Korban Ditemukan Dalam Kondisi Leher Terikat dan Bersimbah Darah

Selama ditahan di Polres Sukoharjo, TS dijauhkan dari benda-benda yang bisa digunakan untuk dia melakukan bunuh diri.

"Kami jauhkan dari alat-alat yang bisa digunakan untuk melakukan bunuh diri maupun untuk kabur."

"Penjenguk juga diperiksa, benda-benda apa saja yang dibawa untuk diberikan kepada tahanan kami, itu sudah menjadi prosedur kami," terangnya.

Iwan menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk kelanjutan kasus TS.

"Jika administrasi dari kami sudah selesai, berkaskan akan segera kami limpahkabn ke Pengadilan," lanjutnya.

TS sendiri terancam pasal 44 tentang kekerasan dalam rumah tangga, dengan ancaman pencajara maksimal 15 tahun. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved