Alfamart Jual Recycle Ecobag Lucu, Cocok untuk Kamu yang Peduli Lingkungan

Tasini merupakan produk hasil daur ulang limbah botol plastik yang 'disulap' menjadi bahan kain sintetis berkualitas dan kuat.

Alfamart Jual Recycle Ecobag Lucu, Cocok untuk Kamu yang Peduli Lingkungan
Tribunnews.com/Fitri Wulandari
Desain recycle ecobag Tasini yang diluncurkan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart di Alfa Tower, Tangerang, Banten, Kamis (11/7/2019). 

TRBUNSOLO.COM - Masih banyaknya limbah plastik yang ditemukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) membuat aktivis lingkungan maupun mereka yang peduli terhadap kelestarian alam 'berpikir keras' dalam menemukan cara untuk mengatasi isu ini.

Satu diantaranya dilakukan oleh organisasi lingkungan yakni yayasan Making Oceans Plastic Free yang digagas oleh 4 sahabat bernama Roger Spranz, Lia, Pari Kobbe, dan Adith.

Saat ini, yayasan satu ini tengah digandeng oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart dalam memproduksi dan memasarkan produk recycle ecobag yang mereka sebut 'Tasini'.

Tasini merupakan produk hasil daur ulang limbah botol plastik yang 'disulap' menjadi bahan kain sintetis berkualitas dan kuat.

Selain Video Ikan Asin, Polisi Juga Temukan Video Asusila di YouTube Rey Utami dan Pablo Benua

Produk ini dikemas sebagai tas lipat yang 'disembunyikan' di dalam gantungan kunci kecil berbentuk 3 hewan yakni hiu, kura-kura dan gurita.

Dalam acara peluncuran 'Recycle Ecobag Tasini' yang digelar Alfamart, salah satu penggagas Tasini, Roger Spranz mengatakan bahwa tiap pembuatan satu Tasini membutuhkan limbah dua botol plastik.

"Setiap tas itu terbuat dua botol plastik yang didaur ulang," ujar Spranz, di Alfa Tower, Tangerang, Banten, Kamis (11/7/2019).

Ia kemudian menjelaskan bahwa pembuatan tiap tas belanja ramah lingkungan itu pun sangat rumit.

Lesty Kejora Tampil Cantik saat Pemotretan, Vidi Aldiano hingga Ihsan Tarore Tuliskan Candaan

Hal itu karena botol-botol itu harus dipotong hingga berbentuk kepingan kecil, kemudian dileburkan hingga bisa dibentuk benang dan berlanjut pada proses rumit lainnya.

"Prosesnya itu harus dipotong-potong sampai kecil sekali, setelah itu dipanaskan untuk membuat benang dan itu kompleks sekali prosesnya," jelas Spranz.

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved