Driver Ojol Lapor Polres Klaten Karena Dikerjai Order Fiktif, Lantas Makanan Diberi ke Panti Asuhan

Sejumlah driver ojek online (ojol) dari Grab melaporkan aksi tidak terpuji karena sering dikerjai order fiktif ke Polres Klaten, Kamis (11/7/2019).

Driver Ojol Lapor Polres Klaten Karena Dikerjai Order Fiktif, Lantas Makanan Diberi ke Panti Asuhan
TribunSolo.com/Eka Fitriani
Sejumlah driver ojek online (ojol) dari Grab melaporkan aksi tidak terpuji karena sering dikerjai order fiktif ke Polres Klaten, Kamis (11/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Sejumlah driver ojek online (ojol) dari Grab melaporkan aksi tidak terpuji karena sering dikerjai order fiktif ke Polres Klaten, Kamis (11/7/2019).

Pelapor, Jakal Yahlul Ahmad membeberkan bahwa orderan fiktif tersebut sudah dilakukan oleh seseorang sejak sebelum bulan puasa.

"Disini yang dimaksud orderan fiktif adalah ada orderan cuma untuk penerima itu dia tidak ada," ungkap dia kepada TribunSolo.com.

"Atau ada cuma dia tidak merasa melakukan orderan itu, sehingga mengakibatkan kerugian secara moril dan materiil terhadap driver," katanya.

Bocah 14 Tahun di Sukoharjo Jadi Pelaku Order Fiktif, Sang Ayah Minta Maaf kepada Driver Ojek Online

Lebih lanjut dia menerangkan, kerugian para driver online tersebut bervariasi antara Rp 100 ribu hingga Rp 125 ribu.

"Karena tidak ada penerimanya, makanan yang tidak diterima tersebut diberikan kepada panti asuhan atau dibawa pulang ke rumah," jelasnya.

"Dengan sistem yang sudah ditetapkan dari kantor Grab bahwa ada penggantian dari pihak kantor Grab untuk kerugian ini," katanya.

Dia menjelaskan, jumlah driver yang dirugikan di Klaten ada sekitar 30-40 orang.

"Bahkan di wilayah Klaten rekan kita Gojek pun sudah ada yang kena juga," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Eka Fitriani
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved