Program Global Qurban-ACT Diluncurkan Jelang Idul Adha dengan Mengecek Lumbung Ternak Wakaf di Blora

Global Qurban dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan Global Qurban 2019 untuk menyambut Idul Adha dengan mengecek kualitas hewan kurban di Blora.

Penulis: Reza Dwi Wijayanti | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Reza Dwi Wijayanti
Lumbung Ternak Wakaf (LTW) di Desa Gadu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Kamis (11/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Reza Dwi Wijayanti

TRIBUNSOLO.COM, BLORA - Global Qurban dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) meluncurkan program Global Qurban 2019 untuk menyambut Idul Adha dengan mengecek kualitas hewan kurban di Lumbung Ternak Wakaf (LTW) Desa Gadu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, pada Kamis (11/7/2019).

Presiden Global Qurban Hafit T. Mas'ud saat meluncurkan Global Qurban 2019 bertema 'Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Dunia' itu, mengajak muslim untuk meluaskan kebahagiaan kurban ke belahan pelosok Indonesia.

"Kami mengajak sahabat-sahabat dermawan meluaskan gema berkurban menjelang Idul Adha dan mengecek langsung kualitas hewan kurban," ungkapnya kepada TribunSolo.com.

Kekeringan Melanda, ACT Solo Salurkan Bantuan Puluhan Ribu Liter Air Bersih

Apalagi di LTW di Desa Sambong itu, sejumlah pihak bisa merasakan langsung pengalaman sebelum dan saat berkurban, sehingga ikut terjun mengetahui setiap proses persiapan implementasi kurban, melihat kualitas ternak dan kesiapan Global Qurban untuk meluaskan manfaat berkurban.

"Kurban bukan sekedar pembagian dan penyembelihan daging tapi lebih dari itu, banyak sekali seperti syiar Islam dalam aktivitas ritual ibadah," harap dia.

Lebih lanjut Hafit T. Mas'ud dari berkurban banyak sekali keberkahan yang akan didapatkan dan kemudahan yang akan datang dalam kehidupan.

Jelang Idul Adha, Warga di Sukoharjo Mulai Beli Sapi Sebelum Harganya Naik Signifikan

"Aktivitas ritual ibadah, syiar dakwah Islamiyah, kebermanfaatan sosial, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam penyediaan dan pendistribusian hewan kurban," imbuh Hafit.

Dikatakan, Global Qurban dikelola secara profesional.

Sementara LTW melibatkan para peternak dan petani daerah untuk mengelola stok hewan kurban dengan pola pemberdayaan yang menyejahterakan.

"Jadinya roda ekonomi masyarakat di wilayah implementasi Global Qurban terus bergerak," aku dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved