Tak Pakai Rupiah, Warga di Kelurahan Buntalan Klaten Bayar Pemeriksaan Kesehatan dengan Sampah

Di setiap pertemuan posyandu, anggota wajib membawa sampah rumah tangga seperti kardus bekas maupun botol.

Tak Pakai Rupiah, Warga di Kelurahan Buntalan Klaten Bayar Pemeriksaan Kesehatan dengan Sampah
TribunSolo.com/Eka Fitriani
Petugas puskesmas saat menimbang sampah untuk pembayaran, Klaten, Rabu (10/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Tidak dengan rupiah, siapa sangka pemeriksaan kesehatan di Posyandu Balita di Kampung Gemolong, Desa Lemah ireng, Kelurahan Buntalan, Klaten ini dibayar menggunakan sampah.

Pelayanan kesehatan berbayar sampah tersebut dinamakan Program Sampah Barokah dari Poliklinik Kesehatan Kelurahan Buntalan.

Poliklinik tersebut bekerjasama dengan Bank Sampah Tasaka.

Kemitraan ini merupakan bagian dari Sekolah Sungai di Klaten.

Posyandu balita yang menggunakan sampah sebagai pembayaran di Kampung Gemolong, Klaten, Rabu, (10/7/2019)
Posyandu balita yang menggunakan sampah sebagai pembayaran di Kampung Gemolong, Klaten, Rabu, (10/7/2019) (TribunSolo.com/Eka Fitriani)

Sampah Barokah sendiri telah diluncurkan pada pertengahan 2016 lalu.

Beberapa warga yang datang tampak membawa kardus dan botol bekas.

"Sejak 2016 kita nabung bank sampah sudah berjalan memang tapi nasabah belum banyak, susah ngajak mereka," kata humas Bank Sampah Tasaka, Tina Farida Mustofa Rabu (10/7/2019) siang.

Salah satu program dari poliklinik tersebut dengan masuk menyasar posyandu balita dan lansia.

Diperiksa TGPF,Komjen Iriawan:Pertemuan dengan Novel Baswedan Tak Terkait Kasus Penyiraman Air Keras

Di setiap pertemuan posyandu, anggota wajib membawa sampah rumah tangga seperti kardus bekas maupun botol.

Halaman
12
Penulis: Eka Fitriani
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved