Guru Ngaji di Jember Cabuli Muridnya yang Masih di Bawah Umur

Seorang guru agama di Kabupaten Jember, NA (27) diduga telah menodai santriwatinya usia 14 tahun.

Guru Ngaji di Jember Cabuli Muridnya yang Masih di Bawah Umur
(Kompas.com/ Ericssen)
Ilustrasi pencabulan 

Santriwati itu ketakutan mengaji ke tempat tersebut.

Karena ada perubahan kebiasaan itu, ibu korban lantas bertanya alasan anaknya tidak mau mengaji, hingga akhirnya mengalirlah pengakuan perihal perkosaan itu.

Cak Joner Pentolan Bonek Meninggal Dunia di Rutan Medaeng, Diduga Karena Penyakit Jantung

Santriwati itu mengaku diperkosa dua kali oleh NA.

Mendengar penuturan dari anaknya, ibu korban itu langsung melapor ke polisi.

Kini NA sudah digelandang ke Polres Jember.

Kepada polisi, NA mengakui perbuatannya itu.

"Kami menangani perkara dugaan persetubuhan terhadap anak yang dilakukan oleh seseorang di Kecamatan Wuluhan," ujar Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Yadwavina Jumbo Qontas, Kamis (11/7/2019).

Polisi menjerat NA dengan UU Perlindungan Anak karena diduga melakukan tindak pidana pencabulan dan persetubuhan terhadap anak.

Nodai mahasiswi guru privat

Lain pula cerita Amri. Kelakukan Mohammad Amri (32) warga Dusun Kandangan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, tak pantas ditiru.

Halaman
1234
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved