Program Global Qurban ACT, Kebahagiaan Berkurban Dengan Harga Murah 

Dan berkonsep 'Kebahagian kurban untuk berbagi di segala penjuru dunia'.

Program Global Qurban ACT, Kebahagiaan Berkurban Dengan Harga Murah 
TribunSolo.com/Reza Dwi Wijayanti
Vice President Global Qurban Hafit T. Mas'ud 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Reza Dwi Wijayanti 

TRIBUNSOLO.COM, BLORA - Program Global Qurban (GQ) Aksi Cepat Tanggap (ACT) 2019 menawarkan paket berkurban dengan harga murah.

Dan berkonsep 'Kebahagian kurban untuk berbagi di segala penjuru dunia'.

Metode kurban di GQ ACT 2019 berbeda dengan sistem kurban yang biasanya, di sini kambing atau hewan kurban setelah dibeli dagingnya langsung disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia maupun ke berbagai belahan dunia.

GQ ACT 2019 melalui Lumbung Ternak Wakaf (LTW) sudah menyiapkan di atas 10 ribu kambing yang siap dikurbankan.

"Kami sudah menyiapkan diatas 10 ribu dengan berat kambing antara 27 kilogram (kg) sampai 40 kg," terang Vice President Global Qurban Hafit T Mas'ud pada TribunSolo.com, Kamis (11/7/2019).

Hafit juga menuturkan jika harga kambing di GQ hanya sekitar Rp 1,65 juta untuk satu ekor kambing baik yang memiliki berat 27 kg atau di atasnya.

Mulai Dimas Seto, Fauzi Baadilla, Hingga Anisa Rahma,Turut Hadir Dalam Global Qurban ACT 2019

Program Global Qurban-ACT Diluncurkan Jelang Idul Adha dengan Mengecek Lumbung Ternak Wakaf di Blora

Harga kambing yang terbilang murah dibandingkan harga kambing konvensional disebabkan oleh adanya pemberdayaan melalui LTW.

"Harga kambing itu sebenarnya sama cuman saat menjelang Idul Adha permintaan tinggi dan penyuplay belum tentu darimana, kalau disini kan memang khusus untuk dikurbankan bukan di jual jadi harga bisa murah,"imbuhnya.

Di tahun ini Program Global Qurban ACT menargetkan akan menyiapkan 100 ribu kambing untuk disalurkan ke seluruh dunia.

Tujuannya agar jutaan muslim dapat menikmati daging kurban dan mampu mengikis kemiskinan, hingga mampu mengubah peradapan menuju yang lebih baik.

Dalam pemberdayaan ini LTW yang dikelola masyarakat mampu menfaatkan potensi masyarakat dan membangkitkan perekonomian warga.

"Seiring meningkatkannya jumlah permintaan kurban, akan meningkat pula peternak dan petani yang membina LTW," tutupnya. (*)

Penulis: Reza Dwi Wijayanti
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved