I Wayan Murdika Meninggal Dunia karena Tersambar Api Ngaben di Bali

I Wayan Murdika (45), warga Desa Negari Banjarangkan, Klungkung menghembuskan nafas terakhirnya di RSUP Sanglah.

I Wayan Murdika Meninggal Dunia karena Tersambar Api Ngaben di Bali
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Korban tersambar api di Klungkung, I Wayan Murdika ketika akan dirujuk ke RSUP Sanglah, Minggu (7/7/2019) lalu. 

TRIBUNSOLO.COM - I Wayan Murdika (45), warga Desa Negari Banjarangkan, Klungkung menghembuskan nafas terakhirnya di RSUP Sanglah.

Ia meninggal dunia, setelah mengalami luka bakar cukup parah, ketika terjadi insiden ketika upacara ngaben massal di Setra Desa Negari, Minggu (7/7) lalu

"Warga kami, Wayan Murdika meninggal dunia Kamis (11/7) sekitar pukul 12.00 Wita di RSUP Sanglah. Rencananya jenazah hari ini langsung dibawa pulang ke rumah duka," ujar Perbekel Negari Gusti Agung Ngurah Agung, Jumat (12/7)

Kue dan Nasi Kotak Terlambat Datang, Anggota DPRD Bulukumba Marah dan Merobek Lembar Presensi

Jenazah menjalani perawatan di Burn Unit RSUP Sanglah, sejak Minggu (7/7). Ia harus dirawat intensif karena menderita luka bakar lebih dari 60 persen.

"Rencananya korban dimakamkan sore nanti, Jumat (12/6). Kami sangat berduka dengan kejadian ini," ungkap Gusti Agung Ngurah Agung

Di mata kerabat, I Wayan Murdika merupakan sosok pria yang penuh tanggung jawab dan sangat ramah dengan warga di lingkungannya.

"Ia (Wayan Murdika) ini, memang sosok yang sangat ramah. Ia ramah kepada siapa saja," ujar seorang kerabat dari Wayan Murdika, I Wayan Puspa.

Pria yang bekerja sebagai pegawai swasta tersebut, menghembuskan nafas terakhir dengan meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Diberitakan sebelumnya, dua orang warga harus dilarikan ke RSUP Sanglah karena menjadi korban luka bakar parah, ketika terjadi insiden saat prosesi ngaben massal di Desa Negari, Minggu (7/7).

Seorang Ayah di Garut Cabuli Anak Kandung hingga Hamil: Pelaku Akan Diberi Hukuman Berat

Berdasarkan keterangan warga, insiden tersebut terjadi ketika akan dilaksanakan pembakadan sawa (jenazah). Ketika akan dibakar, tiba-tiba selang dari kompor jenazah terlepas.

Halaman
1234
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved