I Wayan Murdika Meninggal Dunia karena Tersambar Api Ngaben di Bali

I Wayan Murdika (45), warga Desa Negari Banjarangkan, Klungkung menghembuskan nafas terakhirnya di RSUP Sanglah.

I Wayan Murdika Meninggal Dunia karena Tersambar Api Ngaben di Bali
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Korban tersambar api di Klungkung, I Wayan Murdika ketika akan dirujuk ke RSUP Sanglah, Minggu (7/7/2019) lalu. 

Sementara tiga warga lainnya mengalami luka ringan dalam insiden itu yakni, I Komang Andreas Putra (9), I Putu Adi Kencana (10), dan Nyoman Cita (53).

"Insiden ini terjadi saat mempersiapkan kompor untuk pembakaran jenazah," jelas Kapolsek Luh Wirati.

Wirati mengungkapkan, kejadian itu bermula ketika pemilik kompor jenazah, Ngakan Nyoman Brata, sedang mempersiapakan piranti kompor menjelang pembakaran jenazah.

Setelah piranti terpasang, namun selang mampet dan tidak bisa menyalurkan bahan bakar.

"Kemudian kompor itu diganti, dengan kompor cadangan. Saat ganti kompor itu, selang dibuka dan keluar sedikit bahan bakar dari selang," jelas Wirati.

Ketika itulah, ada warga yang menyalakan api karena hendak menghidupkan dupa. Api langsung menyambar selang. Tekanan udara dari kompor jenazah, membuat api menyambar dengan liar, dan membakar warga yang berkerumun di sekitar TKP.

Dua warga bahkan tubuh beserta pakaiannya terbakar, dan menyebabkan kepanikan di Setra Desa Negari.

"Warga yang mengalami luka bakar parah, langsung dilarikan ke RSUD Klungkung untuk mendapatkan perawatan medis. Walaupun sempat terjadi insiden, upacara pengabenan tetap dilanjutkan hingga usai," jelas Wirati.

Dirujuk ke Sanglah

Tiga korban yang mengalami luka bakar parah, langsung mendapatkan perawatan intensif dari petugas medis di RSUD Klungkung.

"Ada tiga korban yang diterima RSUD Klungkung. Ketiganya mengalami luka bakar dengan persentase berbeda," ungkap Dirut RSUD Klungkung, dr I Nyoman Kesuma.

Wayan Keteg mengalami luka bakar drajat I dengan luasan di bawah 50 persen.

Prediksi Nama-nama Menteri yang Berpotensi Dikeluarkan dari Kabinet Jokowi

Cokorda Suarma mengalami luka bakar drajat 2 dengan luasan hingga 50 persen.

Sementara Murdika mengalami luka bakar drajat 3, dengan luasan luka bakar mencapai 69 persen.

Dengan kondisi ini, Cokorda Suarma dan Murdika langsung dirujuk ke RSUP Sanglah untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.

"Kami rujuk pasien ke RSUP Sanglah, karena perlu ruang perawatan khusus dan dokter subspesialis untuk merawat luka bakar yang luas," jelas Kesuma. (*) 

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Tinggalkan Istri & 3 Anak, Begini Sosok Wayan Murdika Korban Insiden Ngaben Massal di Klungkung
Penulis: Eka Mita Suputra

Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved