Mugi Dance Gelar Festival Tari dan Musik Internasional di Kartasura, Ada Kolaborasi 3 Negara

Mugi Dance Festival akhir pekan ini akan kembali menggelar pagelaran music dan tari dalam acara Mugi Dance Festival Asia 2019.

Mugi Dance Gelar Festival Tari dan Musik Internasional di Kartasura, Ada Kolaborasi 3 Negara
TribunSolo.com/Agil Tri
Sejumlah penari berfoto di depan mmt Mugi Dance Festival Asia 2019 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Mugi Dance Festival akhir pekan ini akan kembali menggelar pagelaran music dan tari dalam acara Mugi Dance Festival Asia 2019.

Acara sendiri akan digelar di Studio Mugi Dance di Dukuh Krapyak, RT 01 RW 07, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo pada Sabtu (13/7/2019) pukul 19.00 - 23.00 WIB.

Menurut panitia sekaligus koreografer Mugi Dance Festival Asia 2019, Mugiyono Kasido, pada pagelaran ini, akan mengkolaborasi seni dari 3 Negara.

"Pertunjukan tari dan music ini nanti menggabungkan aksi seni dari tiga negara, yakni Indonesia, Jepang dan Filipina," katanya.

Dengan komposisi musik yang digarap oleh Tesla Manaf, Bambang Dwiatmoko dan Mumtaz Pajut Nurogo.

"Tesla Manaf, seorang seniman sound art dari Bandung akan menampilkan musik modern ciptaannya berdasar inspirasinya dari kondisi yang ada di sekitar tempat festival."

"Sedangkan Bambang akan membawakan karya sound art yang lebih berdasarkan suara-suara alam," imbuhanya.

Penari cilik penerima anugerah kebudayaan bidang tari kategori remaja dan anak tahun 2018 Magnum, Arkan Nala juga akan meramaikan festifval ini.

Sedangkan seniman dari Jepang, Shigemi Kitamura akan menampilkan karya hasil workshopnya bersama 20 anak-anak Indonesia bertitel “Burung”.

Musim Panen Jambu di Desa Pranan Sukoharjo, Ratusan Warganya Langsung Jadi Pedagang Jambu Musiman

"Sedangkan karya kolaborasi tiga negara nanti bertemakan tentang gadget (handphone)," lanjutnya.

Tema ini diambil seiring fenomena gedget yang tidak lepas dari kehidupan sehari-hari manusia modern.

Karena Sakit, Dua Jemaah Calon Haji yang Diberangkatkan dari Embarkasi Solo Ditunda Keberangkatannya

"Dengan karya ini kami ingin mengajak masyarakat untuk mencermati kehadiran handphone ditengah-tengah kehidupan kita saat ini," ujarnya.

Festival ini merupakan kali kedua diselenggarakan oleh Mugi Dance, setelah festival pertamanya pada tiga tahun silam.

"Dengan festival ini diharapkan masyarakat akan mengenal lebih dekat kesenian dari tiga negara asia tersebut, sehingga timbul sikap saling menghormati dan menghargai berbagai seni negara tetangga," pungkasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved