Musim Panen Jambu di Desa Pranan Sukoharjo, Ratusan Warganya Langsung Jadi Pedagang Jambu Musiman

Hampir 70 persen warga desa Prana, Kecamatan Polokarto adalah pedagang buah terutama jambu wulung.

Musim Panen Jambu di Desa Pranan Sukoharjo, Ratusan Warganya Langsung Jadi Pedagang Jambu Musiman
TribunSolo.com/Agil Tri
Hartowiyonosaat menungu lapaknya di di jalan Solo - Wonogiri, tepatnya di Dusun Songgorunggi, Nguter, Sukoharjo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Hampir 70 persen warga desa Prana, Kecamatan Polokarto adalah pedagang buah terutama jambu wulung.

Saat musim panen seperti ini, akan terjadi fenomena pedagang jambu musiman bertebaran membuka lapak di pinggir jalan.

Pedagang jambu ini berjualan saling berdekat-dekatan terutama di pinggir jalan raya atau jalan utama.

Dan rata-rata mereka saling mengenal karena mereka berasal dari satu Desa yang sama.

Seperti halnya Hartowiyono, seorang pedagang jambu dari desa Pranan ini sudah menjadi pedagang musiman sejak lima tahun terakhir.

Dirumahnya memiliki 17 pohon jambu air jenis wulung, yang setiap panen satu pohon bisa menghasilkan 1,5 hingga 2 kwintal.

"Panennya setahun sekali, satu pohon bisa menghasilkan lebih dari 1,5 kwintal saat panen," katanya saat berbincang dengan TribunSolo.com, Sabtu (13/7/2019).

Karena buah jambu yang sudah dipetik tidak bisa tahan lebih dari 3 hari, dia mengajak keluarganya untuk berjualan jambu di jalan Solo - Wonogiri, tepatnya di Dusun Songgorunggi, Nguter, Sukoharjo.

"Dilapak ini saya, di sebelah utara itu istri saya, diseberangnya anak saya, disebalah selatan itu punya keponakan saya."

Halaman
123
Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved