Pilpres 2019

Jansen Sitindaon Ungkap Peran AHY di Balik Rekonsiliasi Prabowo dan Jokowi

Jansen menyebut pertemuan Jokowi-Prabowo sekaligus mengakhiri persaingan dan perseteruan sepanjang Pemilihan Presiden 2019.

Editor: Hanang Yuwono
WARTA KOTA/ALEX SUBAN
Presiden terpilih Joko Widodo berbincang dengan mantan Capres 02 yang juga Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto di dalam MRT, Jakarta, Sabtu (13/7/2019). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menyambut baik pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Jansen menyebut pertemuan Jokowi-Prabowo sekaligus mengakhiri persaingan dan perseteruan sepanjang Pemilihan Presiden 2019.

"Pertemuan antara Prabowo dan Jokowi kemarin menjadi penutup episode drama panjang Pemilu 2019," kata Jansen Sitindaon kepada Tribunnews.com, Minggu (14/7/2019).

15 Nama Tokoh yang Berpotensi Maju Pilpres 2024: Prabowo Subianto, Cak Imin hingga AHY

Jansen mengatakan pertemuan itu semestinya menjadi titik awal bagi semua pihak untuk melanjutkan langkah alias move on dari kontestasi pilpres 2019.

 

Ia juga berharap pertemuan itu mengakhiri polaridasi para pendukung di Pilpres 2019.

Jansen pun mengatakan pertemuan dan rekonsiliasi setelah pilpres itu sejak awal juga menjadi perhatian partai Demokrat.

Tommy Soeharto dan Tata Cahyani Bersatu, Putranya Ungkap Rasa Bahagia dan Pamerkan Potret Keluarga

Ia mengklaim, pertemuan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Jokowi beberapa saat lalu, menjadi pembuka jalan bagi rekonsiliasi.

"Pertemuan Mas AHY dan Pak Jokowi beberapa waktu lalu itu menjadi pembuka langkah perdamaian dan rekonsiliasi dan menurunkan ketegangan di antara kekuatan yang berkompetisi dalam pemilu," ungkap Jansen.

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (ISTIMEWA)

Sebelumnya, pada Sabtu (13/7/2019) pagi, Jokowi dan Prabowo bertemu untuk pertama kalinya setelah pilpres 2019.

Pertemuan keduanya berlokasi di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Pada pertemuan itu, Jokowi berharap tak ada lagi kompetisi seiring dengan berakhirnya pilpres 2019.

Jokowi mengatakan tak ada lagi 01 dan 02, begitu pula sebutan cebong (pendukung Jokowi) dan kampret (pendukung Prabowo) harus disudahi.

Anggaran untuk Pilwalkot Solo 2020 Baru Terealisasi Rp 9 Miliar, KPU Solo: Itu Belum Final

"Tak ada lagi cebong dan tak ada lagi kampret yang ada adalah garuda, garuda Pancasila. Marilah kita rajut, kita gerakkan kembali persatuan sebagai sebuah bangsa karena kompetisi antar negara, kompetisi global sangat ketat sehingga butuh kebersamaan membangun negara," kata Jokowi, Sabtu (13/7/2019).

Makna pertemuan Jokowi-Prabowo di MRT

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved