Tari Kolaborasi Sandi Kala Sanji Kara Pukau Penonton di Festival Asia 2019

Tari Kolaborasi Sandi Kala Sanji Kara menjadi puncak pertunjukan di Festival Asia 2019 di Studio Mugi Dance, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (14/7/2019).

Tari Kolaborasi Sandi Kala Sanji Kara Pukau Penonton di Festival Asia 2019
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Tari Kolaborasi Sandi Kala Sanji Kara di Festival Asia 2019 di Studio Mugi Dance, Kartasura, Sabtu (14/7/2019) malam. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Tari Kolaborasi Sandi Kala Sanji Kara menjadi puncak pertunjukan di Festival Asia 2019 di Studio Mugi Dance, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (14/7/2019) malam.

Dengan gerakan tarian yang indah, yang didukung pesona lighting dan music pengiring, ratusan penonton nampak terpukau melihat tari tersebut.

Tari kolaborasi tiga negara dari Indonesia, Jepang, dan Filipina itu bertemakan keresahan akan kehadiran gadget (HP).

Menutur Mugiyono Kasido, Sandi Kala Sanji Kara merupakan dua bahasa dari bahasa Jawa dan Jepang yang memiliki arti masa transisi.

"Kita saat ini memasuki era modernisasi, memang disisi lain HP itu bagus untuk pekerjaan dan efisiensi waktu."

"Tapi di sisi lain memiliki efek kecanduan, bisa membuat informasi hoax menjadi benar jika kita tidak menyaring informasi," jelasnya.

11 Kostum dari Berbagai Negara dalam Solo Batik Carnival 2019

Dalam tari berdurasi sekitar 30 menit itu, dia ingin menyampaikan pesan keresahan jika tidak bijak menggunakan HP.

"Antara alam nyata dan maya kadang membingungkan, yang maya seolah-olah nyata, tetapi yang di depan mata dianggap tidak ada," imbuhnya.

Festival Asia 2019 sendiri diikuti delapan penari profesional dari dari tiga negara, serta melibatkan 60 anak-anak murid dari Mugi Dance Studio.

Halaman
12
Penulis: Agil Tri
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved