Napi Rutan Klas 1 A Solo yang Bunuh Diri Diduga Depresi Hadapi Dua Kasus Hukum

Narapidana (napi) Rutan Klas 1 A Solo yang tewas lantaran meminum cairan pembersih lantai diduga mengalami depresi.

Napi Rutan Klas 1 A Solo yang Bunuh Diri Diduga Depresi Hadapi Dua Kasus Hukum
TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO
Rutan Klas 1 A Solo, Senin (15/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Narapidana (napi) Rutan Klas 1 A Solo yang tewas lantaran meminum cairan pembersih lantai diduga mengalami depresi.

Napi tersebut bernama Haryanto alias Yusak warga Jebres, Solo.

Kepala Pengamanan Rutan Klas 1 A Solo, Andi Rahmanto mengatakan, Haryanto alias Yusak memiliki dua kasus penipuan dan penggelapan dijerat dengan pasal 378 Jo 372 kasus investasi emas bodong

Kasus pertama Haryanto divonis 1,5 tahun oleh Pengadilan Negeri (PN) Solo.

Sementara, satu kasus lagi dia divonis 2,5 tahun dan belum inkrah.

Sebenarnya, dia akan bebas akhir tahun ini pada vonis yang pertama.

Napi Rutan Klas 1A Solo Tewas Minum Cairan Pembersih Lantai, Pernah Terlibat Kasus Investasi Bodong

Sementara,  vonis kasus kedua baru seminggu lalu disidangkan.

"Dugaan sementara dia bunuh diri karena depresi kasus tersebut," papar Andi Rahmanto, Senin (15/7/2019).

Selama ini Haryanto alias Yusak terkenal aktif di kegiatan rutan dan tidak pernah terlihat memiliki beban.

Selama dalam rutan keluarganya jarang menjenguk malah rekan-rekannya yang sering menjenguk Haryanto alias Yusak.

"Selama di rutan aktif di kegiatan gereja, kegiatan senam, dan lain sebagainya," papar Andi. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved