FFRC Tiongkok Dan Dinas Pertanian Sukoharjo Tukar Pengalaman Dalam Pengembangan Sistem Mina Padi

Menurut Koordinator delegasi FFRC Tiongkok, Prof. Zhu Jian, Sukoharjo dan Tiongkok memiliki kesamaan dalam pengembangan Sistem mina padi.

FFRC Tiongkok Dan Dinas Pertanian Sukoharjo Tukar Pengalaman Dalam Pengembangan Sistem Mina Padi
TribunSolo.com/Agil Tri
Delegasi FFRC Tiongkok Saat Foto Bersama di Desa Geneng, gatak, Sukoharjo, Selasa (16/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Freshwater Fisheries Research Center (FFRC) dari Tiongkok mengunjungi Desa Geneng, Gatak untuk saling bertukar pengalaman dalam mengembangkan sistem mina padi, Selasa (16/7/2019).

Menurut Koordinator delegasi FFRC Tiongkok, Prof Zhu Jian, Sukoharjo dan Tiongkok memiliki kesamaan dalam pengembangan Sistem mina padi.

"Kedatangan kami kesini ingin melihat metode apa yang dipakai di Sukoharjo, beserta komoditasnya," katanya.

Sehingga mereka bisa saling bertukar pengalaman dalam pengembangan mina padi yang ada di Indonesia dan Tiongkok.

Informasi tersebut nantinya akan disampaikan, baik bagi petani di Indonesia maupun di Tiongkok untuk diterapkan.

Dia menjelaskan, dengan sistem mina padi ini, meningkatkan hasil pertanian dan perikanan.

FFRC Tiongkok Lakukan Studi Banding di Gatak Sukoharjo

"Di Tiongkok itu ada sekitar 1,6 juta hakter lahan pertanian yang dikembangkan mina padi dengan hasil produksi sekitar 2 juta ton."

"Jadi sekitar 6,7 persen dari total produksi perikanan air tawar di dominasi berasal dari mina padi,” jelasnya.

Dia menambahkan, untuk sistem mina padi di Tiongkok itu sama dengan menebar ikan di sawah, mulai dari pemilihan lahan, pengolahan tanah dengan pembuatan caren sampai penebaran benih ikan.

"Disana mina padi tidak hanya budidaya dengan ikan, tapi mencoba budidaya dengan kepiting atau katak."

"Jadi punya varietas komoditas hewan yang di intergrasikan dengan kegiatan bertani masyarakat," terangnya.

Menurutnya, hasilnya cukup bagus baik itu produksi padinya atau produk yang lainnya juga.

“Jadi ada model-model lain tidak hanya budidaya ikan, disana juga ada metode pencegahan hama agar tidak masuk ke lokasi mina padi.:

"Itu seperti memasang jaring di atas atau menanam tanaman hidup untuk mencegah tikus atau ular," pungkasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved