FFRC Tiongkok Lakukan Studi Banding di Gatak Sukoharjo

Pemkab Sukoharjo menerima kunjungan 7 delegasi perwakilan dari pemerintah Tiongkok di Desa Geneng, Gatak, Selasa (16/7/2019).

FFRC Tiongkok Lakukan Studi Banding di Gatak Sukoharjo
TribunSolo.com/Agil Tri
Delegasi FFRC saat menabur benih ikan di Desa Geneng, gatak, Sukoharjo, Selasa (16/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo menerima kunjungan 7 delegasi perwakilan dari pemerintah Tiongkok di Desa Geneng, Gatak, Selasa (16/7/2019).

Freshwater Fisheries Research Center (FFRC) Tiongkok bersama Pemkab Sukoharjo yang diwakilikan Dinas Pertanian saling bertukar pengalaman dalam membangun sistem mina padi.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Nety Harjanti, kedatangan mereka untuk melakukan studi banding terkait manfaat dan hasil sistem mina padi yang sudah berjalan.

"Jadi mereka ke sini ini mau tahu sejauh mana sistem mina padi ini berjalan, kemudian sejauh mana manfaat yang di rasakan oleh masyarakat," katanya.

Dengan sistem mina padi ini, menurut Netty, bisa meningkatkan hasil panen.

Pada tahun 2018 silam, lahan pertanian mina padi seluas 18 hektare ini, dengan penghasilan 8,7 ton gabah kering dengan biaya Rp 7 juta per hektare.

Jika dibandingkan dengan lahan non mina padi, setiap hektarenya hanya menghasilkan 8.6 ton gabah kering dengan biaya Rp 9 juta per hektar.

Selain itu keuntungan lainnya pada hasil panen ikan yang lebih banyak sebanyak 1.100 kg per hektare.

Kebakaran Dua Lahan Kosong di Kabupaten Sukoharjo, Warga Diingatkan Jangan Bakar Sampah Sembarangan

“Dengan sistem minapadi ini, produktivitas padi meningkat hingga mencapai 11 ton per hektar, dari sebelumnya hanya 9 ton per hektar.”

Halaman
12
Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved