Kasus Gas Oplosan di Solo Terbongkar, Pelaku Ambil Gas dari Pengecer di Solo Raya

Gas yang Dimas Kurnia oplos ini dia jual lagi sendiri dengan harapan untung yang lebih besar untuk dirinya.

Kasus Gas Oplosan di Solo Terbongkar, Pelaku Ambil Gas dari Pengecer di Solo Raya
TribunSolo.com/Ryantono
Kapolresta Solo Kombes Pol Ribut Hari Wibowo memberikan keterangan pada wartawan, Rabu (17/7/2019).  

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pelaku pengoplosan gas Dimas Kurnia Wicaksono warga Jagalan, Kecamatan Jebres, Solo mendapatkan gas 3 kg untuk Oplosan bukan hanya dari Solo saja namun di wilayah Solo Raya.

Kasatreskrim Polresta Solo Kompol Fadli menambahkan Kapolresta Solo Kombes Pol Ribut Hari Wibowo mengatakan, pelaku mengambil gas 3 kg bukan hanya dari wilayah Solo saja.

Namun, juga di wilayah Solo Raya untuk memenuhi kebutuhan oplosan gas tersebut.

"Bukan hanya solo abil gas 3 kgnya itu tapi juga dari Solo Raya," papar Kompol Fadli.

Kasus Gas Oplosan di Solo Terbongkar, Pelaku Terancam Denda Miliaran dan Penjara

Pelaku Pengoplos Tabung Gas Elpiji di Solo Mengaku Belajar dari YouTube

Kasus Tabung Gas Oplosan di Solo, dalam Sehari Pelaku Habiskan 200 Tabung Gas 3 Kg

Gas yang Dimas Kurnia oplos ini dia jual lagi sendiri dengan harapan untung yang lebih besar untuk dirinya.

Terkait kasus ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan terkait kemungkinan adanya pelaku lain.

Sebelumnya, Ada tiga pasal yang dikenakan pada pelaku pengoplosan gas Dimas Kurnia Wicaksono warga Jagalan, Kecamatan Jebres, Solo.

Pasal pertama yakni Pasal 62 Jo Pasal 8 ayat (1) huruf b UURI No.8 tahun 1999 Tegang perlindungan Konsumen dan ancaman hukuman dari pasal tersebut maksimal penjara 5 tahun atau denda Rp 2 miliar.

Pasal kedua yakni Pasal 53 UURI No.22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi.

"Ancaman Hukuman maksimal 5 tahun dan denda tertinggi Rp 50 miliar pada pasal itu," kata Kapolresta Solo Kombes Pol Ribut Hari Wibowo pada wartawan, Rabu (17/7/2019).

Pasal ketiga adalah pasal 106 UURI No.7 tahun 2014 tentang perdagangan.

Ancaman hukuman dari pasal ini adalah 4 tahun atau denda maksimal Rp 10 miliar pada pelaku. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved