Breaking News:

KPPU Soroti Praktik Penggunaan OVO di Banyak Pusat Perbelanjaan

KPPU melihat, ada indikasi praktik bisnis yang kurang sehat yang dilakukan oleh platform pembayaran yang juga terafiliasi dengan Grup Lippo tersebut.

Editor: Hanang Yuwono
Facebook OVO (tangkap layar)
Ilustrasi Ovo 

Karena faktanya, Guntur menambahkan, saat ini masyarakat memiliki beragam alat transaksi pembayaran berbasis digital termasuk dalam bentuk kartu.

OVO hanya salah satu di antaranya saja.

”Kalau pusat perbelanjaan ingin cashless, dia tidak bisa satu pilihan saja."

"Kalau misalnya ada 10 saja alat pembayaran yang tersedia sekarang dan sudah digunakan masyarakat, masa harus dimiliki seluruhnya, tidak efisien dong bagi masyarakat."

"Harus ada pilihan,” terangnya. 

Kasus Tabung Gas Oplosan di Solo, dalam Sehari Pelaku Habiskan 200 Tabung Gas 3 Kg

Atas dasar itu, KPPU saat ini sedang melakukan penelitian mendalam mulai dari latar belakang sampai praktik yang terjadi melibatkan OVO di pusat perbelanjaan milik Lippo.

Setelah ini baru meningkat ke penyelidikan,” ucap Guntur.

Penelitian akan dilakukan mencakup seluruh pihak baik itu OVO maupun pengelola pusat perbelanjaan terkait. (Dityasa H Forddanta)

Artikel ini telah dipublikasikan Kontan dengan judul: KPPU mengendus praktik bisnis tidak sehat OVO di banyak pusat perbelanjaan

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved