Korban Penipuan Los Listrik Naikkan Daya Listrik Ilegal di Karanganyar Merugi Hingga Rp 89 Juta

Saat pengerjaan penaikan daya listrik T tidak melakukannya secara resmi atau diketahui oleh PT PLN, melainkan secara ilegal dengan los setrum.

Korban Penipuan Los Listrik Naikkan Daya Listrik Ilegal di Karanganyar Merugi Hingga Rp 89 Juta
TribunSolo.com/Reza Dwi Wijayanti
Kasat Reskrim Polres Karanganyar Dwi Haryadi saat melakukan JP kasus penggelapan dan penipuan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Reza Dwi Wijayanti

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kantor Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syari'ah (KSPPS) di wilayah Gondangrejo, Karanganyar yang menjadi korban penggelapan dan penipuan biaya menaikkan daya listrik ilegal merugi hingga Rp 89 juta.

Tersangka yang berinisial T adalah pegawai di Biro Teknik Listrik (BTL) dan merupakan warga Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Sedangkan korban berinisial AD adalah pegawai di KSPPS yang meminta bantuan jasa T untuk menaikkan daya listik di kantor tersebut.

Daya awal kantor tersebut adalah 11 ribu VA (volt ampere) yang akan di naikkan menjadi 23 ribu VA dengan biaya sebesar Rp 17,5 juta.

Dalam pengerjaannya T menarik biaya kepada AD sebesar Rp 20 juta dengan biaya tambahan instalasi sebesar Rp 10 juta.

Saat pengerjaan penaikan daya listrik T tidak melakukannya secara resmi atau diketahui oleh PT PLN, melainkan secara ilegal dengan los setrum.

"Tersangka tidak memberitahu masalah ini ke KSPPS," ungkap Kasat Reskrim Polres Karanganyar Dwi Haryadi pada TribunSolo.com.

Selama satu tahun lamanya pihak KSPPS, atau pihak korban, tidak mengetahui persoalan tersebut.

Setelah satu tahun pihak PLN melakukan pengecekan ke kantor dan ditemukan los setrum.

Akibat los setrum ini korban menderita kerugian untuk membayar denda kepada pihak PLN sebesar Rp 89 juta.

"Tersangka kasus ini sudah kami amankan kurang lebih sepuluh hari," tutupnya, Kamis (18/7/2019). (*)

Penulis: Reza Dwi Wijayanti
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved