Polres Karanganyar Ungkap Kasus Los Setrum Naikkan Daya Listrik Ilegal, Ini Modus Pelaku

Korban berinisial DA merupakan pegawai di KSPPS wilayah Gondangrejo, sedangkan tersangka merupakan pegawai Biro Teknik Listrik (BTL).

Polres Karanganyar Ungkap Kasus Los Setrum Naikkan Daya Listrik Ilegal, Ini Modus Pelaku
TribunSolo.com/Reza Dwi Wijayanti
Kasat Reskrim Polres Karanganyar Dwi Haryadi saat melakukan JP kasus penggelapan dan penipuan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Reza Dwi Wijayanti

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR- Kasus penggelapan dan penipuan menaikkan daya listrik secara ilegal yang terjadi pada Kantor Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syari'ah (KSPPS) berhasil di ungkap oleh Kasat Reskrim Polres Karanganyar.

Korban berinisial DA merupakan pegawai di KSPPS wilayah Gondangrejo, sedangkan tersangka merupakan pegawai Biro Teknik Listrik (BTL).

Kronologinya korban selaku pegawai KSPPS tersebut meminta tersangka untuk menaikkan daya listrik di kantor tersebut, dari daya 11 ribu kilovolt ampere (KVA) menjadi 23 ribu KVA.

Atas jasa penaikkan daya listrik tersebut tersangka menarik biaya sebesar Rp 20 juta dengan tambahan biaya instalasi sebesar Rp 10 juta.

Kasat Reakrim Polres Karanganyar Dwi Haryadi mengungkapkan jika tersangka sudah mendaftarkan penaikkan daya listrik kantor tersebut ke PLN wilayah Surakarta, namun uang yang di terima tersangka tidak di berikan ke PLN, Kamis (18/7/2019).

Nekat Los Setrum Akibat Tergiur Uang Rp 20 Juta, Warga Wonorejo Karanganyar Dibekuk Polisi

"Motif dari kasus ini adalah tersangka melakukan penaikan daya tidak secara resmi melaikan dengan meloskan setrum," imbuhnya pada TribunSolo.com.

Korban tidak mengetahui persoalan los setrum ini selama kurang lebih satu tahun.

Setelah satu tahun pihak PLN melakukan pengecekan ke kantor dan ditemukan los setrum.

Akibat los setrum ini korban menderita kerugian untuk membayar denda kepada pihak PLN sebesar Rp 89 juta.

"Tersangka akan dikenai pasal 372 KUHP dan atau 378 KUHP tentang penggelapan dan penipuan dengan hukuman maksimal 4 tahun," tutupnya. (*)

Penulis: Reza Dwi Wijayanti
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved