Fakta-fakta Pria Gangguan Jiwa Bernama Wawan Game yang Ternyata Pernah Dipasung Belasan Tahun

Riwayat inilah yang akhirnya menjelaskan bahwa Iwan sebenarnya bukan kecanduan game online.

Fakta-fakta Pria Gangguan Jiwa Bernama Wawan Game yang Ternyata Pernah Dipasung Belasan Tahun
(Vitorio Mantalean)
IS (32) alias Wawan Game, orang dengan gangguan jiwa yang dirawat di Yayasan Jamrud Biru, Mustika Jaya, Bekasi. 

"Ada rasa takut, kecemasan, menarik diri. Termasuk, ketika ada orang asing dia enggak mau interaksi," jelas Sri.

Wawan lahir pada 1987, kata Suhartono. Lalu, seingat Sri, titik balik kesehatan mental Wawan terjadi tak jauh saat ia lulus SMA.

Akibat Kecanduan Game HP Pria Ini Alami Gangguan Jiwa, Jarinya Terus Bergerak dan Pandangan Kosong

Dengan asumsi bahwa seseorang kecil kemungkinan lulus dari SMA di atas usia 23 tahun, itu berarti Wawan sudah mengalami gangguan jiwa sebelum tahun 2010.

4. Wawan Game pernah dipasung belasan tahun.
Tak tahan dengan Wawan yang cenderung suka mengamuk dan agresif akibat gangguan jiwanya, keluarga pun kehabisan akal sehingga memasung Wawan selama bertahun-tahun.

Di sisi lain, rasa cemas berlebih yang dialami Wawan tentu ada penyebabnya, dan penyebab itu sama sekali bukan game online yang baru merebak belakangan ini.

LSM Gerak Cepat Bersama sempat merawatnya beberapa tahun.

"Tahun 2016, saya dapat laporan bahwa di Tasikmalaya ada Iwan, belasan tahun dipasung sejak keluar SMA. Sama saya, dibebaskan bawa ke RS Jiwa Cisarua, Lembang. Beberapa kali dirawat. Pulang rawat inap ke rumah, karena Iwan sudah enggak punya orangtua, ditambah karena dia suka ngamuk, agresif, akhirnya sama saudaranya dipasung lagi," Sri bercerita.

5. Wawan diabaikan oleh keluarga.
Sri dan kolega kemudian menemukan bahwa Wawan alias Iwan kurang diperhatikan pihak keluarga.

Selain kekurangan kasih sayang, tidak ada yang mengantarnya ke rumah sakit atau puskesmas untuk pemeriksaan rutin.

"Dari situ, Iwan lepas obat lagi. Saya bawa ke rumah sakit di Bandung, masih begitu-begitu saja enggak ada perkembangan. Dirawatlah di RS Marzuki Mahdi, Bogor, karena saya kasihan. Kalau dibalikin ke Tasik lagi, nanti dipasung lagi," kenang Sri.

Halaman
1234
Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved