Rocky Gerung Kritik soal Penanganan Kasus Novel Baswedan yang Dibuat Rumit Tak Mudah Dibongkar

Rocky Gerung mengkritisi soal penanganan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Rocky Gerung Kritik soal Penanganan Kasus Novel Baswedan yang Dibuat Rumit Tak Mudah Dibongkar
Tribunnews.com/Reza Deni
Pengamat politik, Rocky Gerung, dalam diskusi publik Polmark Indonesia di Hotel Veranda, Pakubuwono, Jakarta Selatan, Selasa (18/9/2018) 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D), Rocky Gerung, mengkritisi soal penanganan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Menurut Rocky, sejak awal prosedur pengungkapan kasus tersebut sengaja dibuat rumit agar tak mudah dibongkar.

"Kan keliatan dari awal dibikin rumit prosedurnya jadi itu soalnya rakyat dibuat jengkel. Tim buat tim, nanti timnya buat tim lagi. Kan itu kedunguan dalam upaya untuk membongkar konspirasi," ujar Rocky Gerung di Gedung Penunjang KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019).

Dikutip TribunSolo.com dari Tribunnews.com, ia menyebut pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang beranggotakan para pegiat HAM, akademisi, dan pakar menunjukkan bahwa ada variabel non kriminal di dalam kasus Novel.

"Kalau (kriminal) biasanya kan polisi yang tangani jadi tim pencari fakta dibentuk karena variabel standar tidak mungkin dipakai ‎untuk membongkar kasus. Makanya dibikin tim pencari fakta, mesti ada unsur lain selain polisi," ujar Rocky.

Densus 88 Juga Dilibatkan untuk Usut Kasus Novel Baswedan

Setelah enam bulan bekerja, TPF memberikan rekomendasi kepada Kapolri untuk melakukan pendalaman terhadap keberadaan tiga orang yang diduga terkait kasus Novel dengan membentuk tim teknis dengan kemampuan spesifik.

"Dan tim pencari fakta bilang, oke sudah kami temukan masalahnya, masalahnya adalah bentuk tim teknis untuk memastikan fakta-fakta itu," katanya.

Menurut Rocky, rekomendasi dari TPF bentukan Kapolri justru merumitkan proses pengungkapan kasus Novel.

Alasannya, tim teknis diisi oleh anggota Korps Bhayangkara. 

Padahal, sejak awal kasus Novel diyakini bukan kasus kriminal murni.

"Kan dari awal sudah dibilang ini bukan peristiwa kriminal makanya dibuat tim pencari fakta, kok malah dibalikin lagi ke polisi, sifat konspiratif selalu ada di dalam membuat TPF," ujar Rocky. (Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama) 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Rocky Gerung: Penanganan Kasus Novel Baswedan Sengaja Dibuat Rumit"

Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved