Breaking News:

Minimarket di Sukoharjo Disarankan Alih Izin Jadi Supermarket

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindag UKM) Sukoharjo, Sutarmo menyarankan agar minimarket ini mengganti izinnya.

Penulis: Agil Tri | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindag UKM) Sukoharjo, Sutarmo 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Moratorium yang dilakukan kepada minimarket yang ada di Kabupaten Sukoharjo, hingga regulasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) nasional diterapkan.

Hal ini berimbas kepada sejumlah minimarket yang berhenti beroperasi, karena tidak mendapatkan perpanjangan izin.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindag UKM) Sukoharjo, Sutarmo menyarankan agar minimarket ini mengganti izinnya.

"Seiring dengan adanya moratorium minimarket, solusinya minimarket itu ganti izin ke supermarket," katanya saat berbincang dengan TribunSolo.com, Rabu (24/7/2019).

DPRD Solo Ingatkan Kualitas Bangunan Stadion Manahan Harus sesuai Perencanaan dan Bestek

Dengan mengganti izin ke supermarket, maka akan saling menguntungkan baik untuk perusahaan maupun warung kecil yang ada.

"Supermarket atau tempat kulakan ini kan bisa saling menguntungkan, pedagang kecil ini bisa kulakan di sana," lanjutnya.

Selain itu, dia menyarankan minimarket ini beralih menjadi toko kelontong, sehingga persaingan dagang dengan para warung kecil lebih seimbang.

Saat ini, Kabupaten Sukoharjo memang sedang membatasi jumlah toko modern berbasis minimarkat, untuk memberikan kesempatan bagi toko kelontong untuk bersaing.

Dukung Anies Baswedan Jadi Capres 2024, Surya Paloh: Lahiriyah dan Batiniyah

"Jumlah minimarket di Sukoharjo pernah mencapai sekitar 180 minimarket, ini kan jumlah yang sangat banyak, dan harus kita batasi."

"Karena warung kecil seperti kelontong, kalah saing, meskipun harganya di warung kecil lebih murah," jelasnya.

Namun, tidak jarang pemilik minimarket ini hanya berganti nama untuk mengelabuhi petugas.

"Kalau cuma ganti nama, akan tetap ditindak, karena jaringannya dan metode operasionalnya masih sama," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved