Curhat Sutarno, Aktivis PT RUM Pasca Bebas: Masih Akan Terus Berjuang Demi Masyarakat

Mereka dihukum 1,6 tahun penjara, dengan mendapat remisi 2 bulan, sehingga mereka menjalani masa hukuman selama 1,4 tahun penjara.

Curhat Sutarno, Aktivis PT RUM Pasca Bebas: Masih Akan Terus Berjuang Demi Masyarakat
TribunSolo.com/Agil Tri
┬áSutarmo (kiri), Brilian (tengah), dan Sukemi (kanan), saat ditemui di Dusun Brahu, Desa Celep, Nguter, Sukoharjo, Jumat (26/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sutarno, seorang aktivis PT Rum, yang sempat mendekam dipenjara akhirnya dibebaskan, Kamis (25/7/2019).

Dia dibebaskan bersama lima temannya sesama aktivis PT Rum bernama Kelvin Ferdiansyah, Subekti, Sukemi, Sutarno, Bambang, Danang, dan Brilian yang bebas bersyarat.

Mereka dihukum 1,6 tahun penjara, dengan mendapat remisi 2 bulan, sehingga mereka menjalani masa hukuman selama 1,4 tahun penjara.

Menurut Sutarno dirinya tidak menyesal telah dipenjara, karena dia masuk bui demi kepentingan rakyat.

"Penyesalan dalam demo tidak ada, kitakan berjuang untuk masyarakat," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (26/7/2019).

Bahkan dia masih akan terus mengawasi PT. Rum selama belum bisa mengolah limbahnya dengan baik.

PT RUM Ajak Masyarakat Sukoharjo Buka Bersama dan Bahas Alat Pengolahan Limbah

Massa Berunjuk Rasa Tolak PT RUM dan Boikot Sritex di Depan Fashion Village Sukoharjo

PT RUM Sukoharjo Beberkan Cara Pengolahan Limbahnya

Henry Indraguna Ingin Dampingi Warga Sukoharjo Terdampak Limbah PT Rum Secara Hukum

"Kita tidak menentang keberadaan pabriknya kok,kita senang ada pabrik karena menyerap tenaga kerja, yang kita tentang itu limbahnya."

"Jika masih belum bisa mengolah dengan baik, tetap kita tentang," terangnya.

Menurutnya, dampak bau limbah yang dihasilkan pabrik Rayon itu berdampak pada kesehatan masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Agil Tri
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved