Kasus Utang Fintech di Solo

Dituding Ragu oleh Pengacara Wanita Korban Meme 'Rela Digilir', Polresta Solo: Kami Masih Lidik

Polresta Solo membantah tudingan pengacara YI (51) yang mengatakan mereka tidak serius menggarap kasus pencemaran nama baik kliennya.

Dituding Ragu oleh Pengacara Wanita Korban Meme 'Rela Digilir', Polresta Solo: Kami Masih Lidik
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSHNA PRADIPHA
Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Fadli. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Polresta Solo membantah tudingan pengacara YI (51) yang mengatakan mereka tidak serius menggarap kasus pencemaran nama baik kliennya.

YI (51) adalah wanita asal Solo yang menjadi korban peminjam online, Incash.

Pihak pinjaman online, Incash dilaporkan lantaran membuat poster dan memviralkan foto YI (51) dengan tulisan rela digilir demi mendapatkan sejumlah uang.

Adanya kejadian tersebut, akhirnya pengacara YI dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Solo Raya, Sukadewa melaporkan pada Polresta Solo.

Pengakuan Yln, Wanita asal Solo yang Viral karena Iklan Rela Digilir demi Lunasi Utang Fintech

Namun, Polresta Solo dianggap tidak serius atau ragu-ragu dalam menanggani kasus tersebut.

Sukadewa menyayangkan reaksi Kepolisian Solo yang menyatakan kasus via WA tidak bisa untuk dipidanakan.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Fadli mengatakan, mereka menerima laporan tersebut pada Rabu (24/7/2019).

"Semua butuh proses, kami masih Lidik," papar Kompol Fadli, Jumat (26/7/2019).

Gibran dan Kaesang Dijagokan Ikut Pilkada Solo, Jokowi Pernah Bocorkan Siapa Paling Minat Berpolitik

Kompol Fadli juga mengatakan, pihaknya mencari berita viral di medsos tersebut namun tidak ada.

"Pelapor hanya menunjukkan di Grup WhatsApp," papar Kompol Fadli.

"Kalau bilang nggak serius ngarang itu, kami harus teliti dulu kan kami Lidik," papar Fadli. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved