Masuk Bursa Calon Menteri, Hasto Kristiyanto Pilih Dampingi Megawati di PDI-P

Hasto mengatakan untuk mengabdi tidak perlu berada dalam pemerintahan, tetapi bisa juga dari dalam partai.

Masuk Bursa Calon Menteri, Hasto Kristiyanto Pilih Dampingi Megawati di PDI-P
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2019). 

TRIBUNSOLO.COM, SUMBAR - Kendati masuk dalam bursa calon menteri di dalam kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI P Hasto Kristiyanto menolak menjadi menteri dan memilih membesarkan partai bersama Megawati.

"Betul apa yang dikatakan Pak Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Saya memilih mengabdi bersama partai mendampingi Bu Mega," kata Hasto saat memberikan sambutan di Konferda PDI P Sumbar, Minggu (28/7/2019).

Hasto mengatakan untuk mengabdi tidak perlu berada dalam pemerintahan, tetapi bisa juga dari dalam partai.

Bahkan, pengabdian itu merupakan keharusan bagi kader dari tingkat pusat hingga ranting.

Identitas Penabrak Maut di Overpass Manahan Terungkap, Polisi Perkuat Bukti untuk Penangkapan

"Kalau saya Sekjen mengabdi di DPP, kalau di ranting, pengabdiannya juga di ranting. Yang harus itu mengabdi, di mana saja tempatnya," kata Hasto.

Soal menteri, Hasto menyebut kewenangannya berada di pada Presiden Joko Widodo dan wakilnya Ma'ruf Amin.

Adapun, Hasto menjabat sebagai sekretaris dalam Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, pada Pilpres 2019.

"Kami belum menyiapkan nama calon menteri."

"Semuanya kan kewenangan Pak Jokowi sebagai presiden," ujarnya.

Jokowi Mengaku Sudah Kantongi Nama Calon Menteri Kabinet Kerja Jilid II, Ini Bocorannya

Untuk dirinya pribadi, Hasto menyebut akan fokus membesarkan partai karena masih banyak yang harus dibenahinya.

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved