Pengamat Politik Menilai Ada Hubungan Manis antara PDI-P dengan Partai Gerindra

Sejarah mencatat bagaimana hubungan PDI Perjuangan dan Partai Gerindra sejak tahun 2004 keduanya pernah bersanding di pelaminan politik.

Pengamat Politik Menilai Ada Hubungan Manis antara PDI-P dengan Partai Gerindra
KOMPAS.com / Alif Ichwan
Kabar terbaru pertemuan antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri, Joko Widodo dipastikan tak ikut. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Meski sudah dua kali saling berhadapan di pilpres, PDI Perjuangan dan Partai Gerindra sebenarnya punya hubungan manis.

Sejarah mencatat bagaimana hubungan PDI Perjuangan dan Partai Gerindra sejak tahun 2004 keduanya pernah bersanding di pelaminan politik.

Saat Mega menjadikan Prabowo pasangannya di Pilpres kala itu.

Demikian juga saat di Solo, Partai Gerindra, PDI-P dan PAN serta PKS mendukung Jokowi sebagai calon walikota.

Alhasil Jokowi terpilih menjadi Wali Kota Solo.

Tidak hanya di situ saja, setelah itu pilgub DKI Jakarta kembali perkawinan politik antara PDI Perjuangan dan Partai Gerindra dengan mengusung Jokowi-Ahok.

"Saya menilai antara PDI-P dan Gerindra masih ada hubungan emosional jika benang merah ditarik kembali," ujar Pengamat Politik Jerry Massie seperti dikutip TribunSolo.com dari Tribunnews.com, Senin(29/7/2019).

Djoko Santoso Persilakan Prabowo Gabung Pemerintah atau Tetap Oposisi: Saya Hanya Ngatur Pasukan

Karena sejarah yang manis itulah diprediksi kemungkinan besar partai Gerindra akan masuk ke koalisi Jokowi-Maruf Amin.

"Ada indikasi kuat gabung bagi saya Megawati sulit menolak," kata Jerry.

Lalu bagaimana dengan jatah kursi di kabinet atau lembaga pemerintahan?

Halaman
12
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved